loading...

Mengenal Jenis Kalajengking dan Cara Memeliharanya

Posted by

Macam-macam Kalajengking, Cara Budidaya dan Tips Jika Tersengat Kalajengking Berbisa
Hewan arachnida atau hewan berkaki delapan biasanya memiliki anak dengan cara bertelur, namun ternyata kalajengking tidak temasuk kedalam hewan arachnida yang bertelur. Kalajengking justru seperti mamalia, melahirkan anak. Cara beranak seperti ini dikenal dengan nama ovovivipar, yaitu telur berkembang di dalam tubuh hewan betina, janinnya memanfaatkan makanan dari induk, dan saatnya melahirkan tiba, bayinya akan keluar. Ketika melahirkan, jumlah anak yang dikeluarkan kalajengking berjumlah 12 ekor atau lebih. Mereka keluar satu per satu. Setelah semua anaknya lahir, mereka diletakkan diatas punggung induknya hingga anak-anak ini cukup besar dan kuat untuk hidup sendiri.
Kalajengking adalah sekelompok hewan beruas dengan delapan kaki yang termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Kalajengking masih berkerabat dengan ketonggeng, laba-laba, tungau, dan caplak. Ada sekitar 2000 jenis kalajengking. (Wikipedia)
Tips Jika Tersengat Kalajengking. Berikut beberapa tahap pertolongan pertama yang harus dilakukan seseorang jika terkena sengatan Kalajengking :
1. Cuci bagian kulit yang tersengat dengan air. Jangan lupa bersihkan bagian itu dengan sabun.
2. Oleskan minyak kayu putih atau minyak tawon pada bagian yang tersengat.
3. Minum air susu atau air kelapa.
4. Oleskan salep yang mengandung anthistamin atau analgesic. Obat ini banyak tersedia di apotek Indonesia.
5. Minum juga obat yang mengandung anthistamin atau acetaminophen.
Jika efek sengatan masih berlanjut, maka kamu harus ke dokter untuk dilakukan tindakan medis. Seno mengatakan bahwa secara umum anak kecil lebih gampang terkena efeknya ketimbang orang dewasa yang tubuhnya besar.
Jenis-Jenis Kalajengking

Death stalker, Leiurus quinquestriatus


Type: Terrestrial, Opportunistic Burrower
Origin: Timur Tengah dan Afrika Utara
Size: 10-13 cm
Temperamen: agresive

Deathstalker dikenal sebagai spesies yang memiliki racun paling mematikan. Racunnya adalah campuran dari berbagai racun neurotoxin yang sangat kuat dan dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak tertahankan, kemudian demam, diikuti dengan koma, kejang-kejang, kelumpuhan dan kematian.

Untungnya, untuk manusia dewasa yang sehat, walaupun menyakitkan, tapi tidak dapat membunuh. Anak kecil, orang tua dan individu yang lemah (misalnya jantung lemah) berada pada kelompok beresiko tinggi akan kematian bila tersengat kalajengking ini.

Arabian Fat-tailed scorpion, Androctonus crassicauda


Type: Terrestrial dessert
Origin: Timur Tengah dan Afrika Utara
Size: sekitar 10 cm
Temperamen: kaga terlalu agresive

Fat-tailed scorpion atau Androctonus merupakan salah satu spesies kalajengking paling beracun di dunia. Namanya saja "Androctonus" yang berarti man-killer.

Diantara seluruh spesies Androctonus mungkin yang paling bahaya adalah Arabian Fat-tailed Scorpion ini. Racun yang dia miliki bisa menyaingi racun Deathstalker dengan tingkat neurotoxin yang tinggi.

Spesies ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang tiap tahunnya. Sampai saat ini masih menjadi perdebatan siapakah kalajengking paling mematikan, apakah Deathstalker atau Arabian Fat-tailed.

Yellow Fat-tailed scorpion, Androctonus australis


Type: Terrestrial
Origin: Timur Tengah, Afrika Utara, India
Size: lebih dari 9 cm
Temperamen: kadang agresive kadang calm

Sesuai dengan jenisnya yaitu jenis "Androctonus", yellow fat-tailed merupakan jenis yang sangat mematikan, walaupun racun nya tidak sekuat Deathstalker ataupun Arabian fat-tailed.

Racun yellow fat-tailed bisa membunuh seseorang dalam waktu 2 jam apabila tidak segera diberi serumnya (tidak berpengaruh terhadap orang dewasa yang sehat). Mendapatkan serumnya juga tidak gampang, bahkan di AS saja dalam mendapatkan serumnya masih sangat sulit.

Black Spitting Thicktail Scorpion, Parabuthus transvaalicus


Type: Opportunistic Burrower
Origin: Afrika
Size: sekitar 12 cm
Temperamen: cukup agresive

Julukan Black Spitting Thicktail Scorpion disematkan pada kalajengking yang satu ini dikarenakan mereka bisa menyemburkan racun mereka seperti halnya kobra.

Racun yang mereka semburkan dapat mencapai jarak 1 meter dan apabila terkena mata dapat menyebabkan rasa yang sangat perih dan kebutaan sementara, namun kebutaan ini bisa jadi permanen jika racun tidak segera dibersihkan.

Kemampuannya inilah yang membuat ia dianggap sebagai spesies yang cukup berbahaya, namun kadar racunnya tidak tergolong mematikan. Walapun begitu racun yang dimiliki kalajengking jenis ini berbahaya untuk anak-anak dan orang yang alergi terhadap racun jenis ini.

Striped bark scorpion, Centruroides vittatus


Type: Opportunistic Burrower
Origin: Amerika Utara
Size: 5-7 cm
Temperamen: tidak agresive

Seperti banyak kalajengking lainnya, jenis ini juga gampang ditemukan disekitar habitatnya. Namun karena kedekatannya dengan manusia, jenis ini (walaupun tidak agresive) cukup sering merugikan manusia.

Sengatannya sangatlah menyakitkan. Untuk beberapa orang dapat terjadi selama 15-20 menit dan tidak jarang hingga 2-3 hari.

Namun jenis ini jarang sekali hingga menyebabkan kematian, beberapa laporan menyebutkan bahwa jenis ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang.

Asian Forest Scorpion, Heterometrus longimanus


Type: Terrestrial
Origin: Asia bagian selatan termasuk Indonesia
Size: 10-12 cm
Temperamen: sangat agresive

Jenis ini sangatlah mirip dengan Emperor Scorpion, namun sifatnya sangat berbeda. Asian forest merupakan jenis yang sangat agresive dan cukup bersifat defensive sehingga sering merasa terancam dan sering terlihat berada dalam posisi siap menyerang.

Berbeda dengan jenis-jenis kalajengking di atas, bila terancam, Asian forest jarang menyengat menggunakan ekornya, mereka lebih sering menyerang dengan menggunakan capitnya yang cukup besar untuk membuat kita korbannya terluka dan berdarah.

Racun yang dimiliki oleh Asian forest tidak mematikan (dikatakan hanya sekuat sengatan tawon) mungkin karena itu ia lebih mengandalkan capitnya yang kuat.

Ketonggeng Jenis Kalajengking Yang Tidak Berbahaya dan Tidak Beracun

Kalajengking jenis cambuk atau Ketonggeng adalah kalajengking yang tidak berbahaya dan tidak berbisa serta tidak beracun. Reaksi hewan beruas ini jika terganggu dan disentuh dia akan merasa kaget dan akan hanya menjapit saja, tidak menyengat dan tidak mengginggit. Kalajengking jenis cambuk juga tidak seperti kalajengking yang jinak terhadap manusia. Namun sejinak-jinaknya kalajengking bagi yang belum terbiasa terhadap hewan ini pastinya akan geli maupun takut untuk menyentuh. Pengertian kalajengking cambuk dalam bahasa latin adalah.theliphonyda. Jika di Indonesia bernama ketonggeng sedangkan dalam bahasa Jawa adalah Tunggeng. Ciri-ciri kalajengking cambuk adalah mempunyai ekor yang berbentuk seperti cambuk dan berkaki kecil memanjang, berbeda dengan kalajengking jenis lainnya. Dan hewan ini juga berwarna hitam gelap.

Cara Beternak, Memelihara Dan Mengembangbiakkan Kalajengking Dengan Sederhana

Makanan Kalajengking: Serangga-serangga kecil seperti jangkrik, kecoa atau udang. ”Selain itu kalajengking juga bisa diberi pakan berupa cacing tanah dan hewan-hewan kecil tanah lainnya,” Selain memiliki sifat kanibal (memakan sesamanya).

1. Sediakan akuarium atau kontainer plastik ukuran sedang yang ada tutupnya. Letakkan ditempat yang aman dari jangkauan anak-anak. Jangan meletakan ditempat yang terkena cahaya matahari langsung maupun sinar lampu yang terang. karena kalajengking adalah hewan nocturnal.

2. Alasnya yang dianjurkan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) karena sangat baik dalam menjaga kelembaban. Namun bisa juga menggunakan serbuk kayu. Sediakan juga tempat sembunyi karena Kalajengking suka bersembunyi seperti di habitat aslinya. Tempat bersembunyi ini bisa dibuat dari kayu kayuan, dan juga daun-daunan kering.

https://www.youtube.com/watch?v=FWMCHpDvzXg

3. Sediakan juga tempat air atau water dish untuk ia berendam dan minum. Ingat jangan terlalu dalam ya, nanti dia tenggelam. Kamu bisa meletakkan batu di dalam wadah minum Kalajengking. Gantilah air dua hari sekali untuk memastikan Kalajengking Kamu mendapatkan air yang bersih, agar dia senantiasa sehat.

4. Makanan kalajengking adalah serangga yang lebih kecil dari tubuhnya, seperti jangkrik, belatung, belalang, ngengat. Untuk Kalajengking dewasa bisa memakan pinkies atau anak tikus yang masih berwarna pink, cicak, dan juga ulat Hongkong dan Jerman. Beri ia makan saat sore hari karena Kalajengking adalah mahluk nocturnal, hewan aktif dimalam hari.

http://rumah-belajar-id.blogspot.co.id/2012/06/beternak-kalajengking.html

5. Cara memegang kalajengking dengan mengangkat secara perlahan lahan dari belakang dibawah sengatnya dan langsung letakan di tangan, Kalajengking tidak akan menyengat dan mencapit kalau sudah ditangan, karena dia menganggap tangan adalah pijakan atau tanah.

Mengenal Cara Reproduksi Kalajengking

Hewan arachnida atau hewan berkaki delapan biasanya memiliki anak dengan cara bertelur, namun ternyata kalajengking tidak temasuk kedalam hewan arachnida yang bertelur. Kalajengking justru seperti mamalia, melahirkan anak.

Cara beranak seperti ini dikenal dengan nama ovovivipar, yaitu telur berkembang di dalam tubuh hewan betina, janinnya memanfaatkan makanan dari induk, dan saatnya melahirkan tiba, bayinya akan keluar.

Ketika melahirkan, jumlah anak yang dikeluarkan kalajengking berjumlah 12 ekor atau lebih. Mereka keluar satu per satu. Setelah semua anaknya lahir, mereka diletakkan diatas punggung induknya hingga anak-anak ini cukup besar dan kuat untuk hidup sendiri.





















Reproduksi

Kebanyakan kalajengking bereproduksi secara seksual. Namun, beberapa spesies, seperti hottentotta Hottentotta, caboverdensis Hottentotta, australasiae Liocheles, columbianus Tityus, metuendus Tityus, serrulatus Tityus, stigmurus Tityus, trivittatus Tityus, dan urugayensis Tityus, memperbanyak diri melalui partenogenesis , sebuah proses di mana telur yang tidak dibuahi berkembang menjadi embrio hidup.

Reproduksi seksual dicapai dengan cara transfer spermatofora dari pejantan ke betina. Kalajengking memiliki ritual seks semalam suntuk dalam pembuahan. Mulai dari kimpoi dengan pejantan, sang betina menemukan dan mengidentifikasi satu sama lain menggunakan campuran feromon dan getaran komunikasi.

Setelah perkimpoian selesai, pejantan dan betinanya akan terpisah. Pejantan umumnya akan mundur cepat, kemungkinan besar untuk menghindari kanibalisme oleh sang betina, meskipun kanibalisme seksual ini jarang terjadi pada kalajengking.

Manfaat Kalajengking

Kalajengking berfungsi: mengobati penyumbatan pembuluh darah kronis. mengobati keluhan akibat penyumbatan darah, Selain melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit stroke, jantung dan sirosis hati, penghilang rasa sakit, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, dan antikejang.

dimanfaatkan untuk terapi strabismus (mata juling) , blepharospasm (kejang kelopak mata), dan vagisnismus (kekejangan otot vagina), selain buat Souveneer, pembuatan film sinetron.

Kalajengking, hewan arthropoda (hewan dengan kaki beruas-ruas) yang memiliki:
  • a. delapan kaki
  • b. Tubuh kalajengking terdiri atas dua segmen yang disebut:
  • a. cephalothorax dan
  • b. abdomen. Bagian abdomen pada tubuh kalajengking tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
  • a. mesosoma dan
  • b. metasoma.
  • c. kalajengking memiliki bisa (racun) yang menyakitkan dan mengakibatkan bengkak bila ada bagian tubuh yang disengatnya. Bisa yang dimiliki beberapa spesies kalajengking bahkan bisa menyebabkan kematian.
Sumber:
http://www.nahap.com/2013/01/kalajengking-sebagai-hewan-peliharaan.html
http://infohewan.com/235/apa-makanan-kalajengking/serangga

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




1001 Cara dan Tips Updated at: 21:57