loading...
Hijauan Pakan Ternak Untuk Sapi, Kambing, Domba dan Kelinci Berprotein Tinggi, Alfalfa, Ini Cara Budidayanya!
Alfalfa diduga merupakan tanaman asli Asia Barat daya dan sudah digunakan di Persia ribuan tahun Sebelum Masehi (SM), diperkenalkan ke Eropa abad kelima SM, dibawa bangsa Spanyol ke Amerika Selatan dan memasuki Amerika Serikat tahun 1800-an. Dari awal sudah digunakan sebagai pakan ruminansia, utamanya kuda dan sapi, dan sebagai makanan dan minuman kesehatan dari daun, biji dan kecambah alfalfa. Alfalfa dikenal sebagai hijauan pakan yang kandungan nutrisinya paling lengkap (sekitar 60 jenis) dengan tingkat kandungan paling tinggi di antara semua hijauan leguminosa pakan. Alfalfa kini telah menjadi pakan hijauan yang paling besar produksi globalnya di banding pakan hijauan lainnya. Tanaman alfalfa (Medicago sativa) termasuk dalam famili Fabaceae dan genus Medicago. Bersifat perennial, bisa bertahan beberapa tahun dengan panen berkali-kali dalam setahun. Tinggi berkisar satu meter, dan akar masuk ke tanah sampai kedalaman 2-4 meter. Dibanding leguminosa lainnya, alfalfa lebih tahan terhadap kekeringan. Pada musim kemarau yang parah mampu melakukan dormansi (tidak aktif) dan aktif kembali bila tingkat kelembaban sudah sesuai.
Alfalfa, tanaman asal negara subtropik yakni Asia Tengah ini bisa ditanam di daerah mana saja di Indonesia. Tetapi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus untuk usaha komersil sebaiknya ditanam di daerah dengan ketinggian minimal 600 m dpl dan kisaran suhu 20-30 °C serta pH 5-7.Menurut Nugroho Widiasmadi, pembudidaya Alfalfa asal Semarang, Jawa Tengah, yang terpenting adalah tanaman ini harus ditanam pada lahan yang gembur, berpasir atau berhumus. Jangan ditanam di tanah liat atau lempung apalagi mudah tergenang air sebab perakarannya harus menembus sangat dalam. Untuk tanaman dewasa (umur 15 tahun) bisa mencapai 10 meter. Jika ditanam pada lahan yang mudah tergenang maka akan menyebabkan kebusukan.
Panen. Yang diambil dari tanaman ini adalah batang dan daunnya, sehingga proses panen dengan cara dipangkas sampai mendekati pangkal batang paling bawah. Nantinya tanaman Alfalfa akan mengeluarkan tunas baru. Panen pertama bisa dilakukan setelah tanaman berumur 51 hari. Panen kedua setelah umur 35 hari dan panen ketiga sampai seterusnya setelah umur 21 hari.
Panen bisa menggunakan mesin choper untuk menghemat waktu. Selanjutnya tanaman yang telah dipanen dikering anginkan, barulah dimasukkan ke mesin siklo dryer yang merupakan alat pengeringan sistem udara panas sampai kadar air sekitar 10% dan jika diremas tidak mudah hancur, namun sangat mudah dipatahkan. Alfalfa yang telah kering bisa dikemas dalam bentuk serbuk teh atau ditepungkan untuk bahan dasar peletm dan sebagainya. Hasil panen juga bisa dijual dalam bentuk segar setelah panen sebagai pakan sapi, kambing, domba dan kelinci.
Alfalfa diduga merupakan tanaman asli Asia Barat daya dan sudah digunakan di Persia ribuan tahun Sebelum Masehi (SM), diperkenalkan ke Eropa abad kelima SM, dibawa bangsa Spanyol ke Amerika Selatan dan memasuki Amerika Serikat tahun 1800-an. Dari awal sudah digunakan sebagai pakan ruminansia, utamanya kuda dan sapi, dan sebagai makanan dan minuman kesehatan dari daun, biji dan kecambah alfalfa. Alfalfa dikenal sebagai hijauan pakan yang kandungan nutrisinya paling lengkap (sekitar 60 jenis) dengan tingkat kandungan paling tinggi di antara semua hijauan leguminosa pakan. Alfalfa kini telah menjadi pakan hijauan yang paling besar produksi globalnya di banding pakan hijauan lainnya. Tanaman alfalfa (Medicago sativa) termasuk dalam famili Fabaceae dan genus Medicago. Bersifat perennial, bisa bertahan beberapa tahun dengan panen berkali-kali dalam setahun. Tinggi berkisar satu meter, dan akar masuk ke tanah sampai kedalaman 2-4 meter. Dibanding leguminosa lainnya, alfalfa lebih tahan terhadap kekeringan. Pada musim kemarau yang parah mampu melakukan dormansi (tidak aktif) dan aktif kembali bila tingkat kelembaban sudah sesuai.
Alfalfa, tanaman asal negara subtropik yakni Asia Tengah ini bisa ditanam di daerah mana saja di Indonesia. Tetapi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus untuk usaha komersil sebaiknya ditanam di daerah dengan ketinggian minimal 600 m dpl dan kisaran suhu 20-30 °C serta pH 5-7.Menurut Nugroho Widiasmadi, pembudidaya Alfalfa asal Semarang, Jawa Tengah, yang terpenting adalah tanaman ini harus ditanam pada lahan yang gembur, berpasir atau berhumus. Jangan ditanam di tanah liat atau lempung apalagi mudah tergenang air sebab perakarannya harus menembus sangat dalam. Untuk tanaman dewasa (umur 15 tahun) bisa mencapai 10 meter. Jika ditanam pada lahan yang mudah tergenang maka akan menyebabkan kebusukan.
Alfalfa sudah terbukti kaya akan berbagai zat gizi. Kandungan klorofilnya sangat tinggi, sehingga tanaman alfalfa dipercaya bisa menyembuhkan bermacam penyakit, mulai dari perut kembung sampai kanker. Bagi para peternak sapi atau kambing, alfalfa ini mulai banyak digunakan sebagai sumber makanan hijauan ternak yang kaya gizi. Alfalfa juga bisa dibudidayakan di dataran rendah yang biasanya disebut alfalfa tropika. Tanaman alfalfa punya tinggi berkisar satu meter, dan akar masuk ke tanah sampai kedalaman 2-4 meter. Dibanding leguminosa lainnya, alfalfa lebih tahan terhadap kekeringan. Pada musim kemarau yang parah mampu melakukan dormansi (tidak aktif) dan aktif kembali bila tingkat kelembaban sudah sesuai. Nutrisi pada alfalfa panjang dengan tingkat kandungan yang tinggi. Di antaranya, kandungan protein sekitar 15-22%. Ada vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, K, Niacin, asam panthotenic, asam folat, inocitole, biotin. Ada mineral P, Ca, K, Na, Cl, S, Mg, Cu, Fe, Co, B, Mo, Ni, Pb, Sr, dan Pd. Kandungan serat rendah sehingga mudah dicerna hewan ternak.Persiapan Lahan. Jika pH lahannya sudah sesuai dengan kriteria di atas tidak perlu menggunakan kapur dolomit. Lahan dibuat guludan setinggi 30 dan lebar 1 meter. Buat jarak tanam berupa barisan dengan jarak 20 cm antar barisan. Olah lahan sedalam 40 cm dengan traktor. Kemudian haluskan dan gemburkan tanah dengan cangkul, lalu semprot dengan pestisida organik dan biarkan selama satu hari. Lanjutkan dengan penaburan Bokashi (pupuk kandang yang difermentasi) dosis 1 ton/ha dan tutup dengan tanah. Dari ketinggian guludan 30 cm dibuat 2/3 bagian bawahnya berupa lapisan pupuk, sedangkan 1/3 lapisan atasnya berupa tanah. Biarkan selama satu minggu, barulah lahan siap ditanami benih. Penyemaian dan Penanaman. Pilih benih Alfalfa berwarna putih. Satu hektar lahan bisa ditabur benih sebanyak 20 kg. Penyemaian bisa dilakukan langsung di area penanaman, sehingga tidak diperlukan area penyemaian khusus. Sebab jika dipindahkan akan merusak akar dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Caranya benih cukup ditabur sepanjang alur barisan yang dibuat sebelumnya. Jarak penanaman dalam satu barisan bisa sangat rapat, yakni hanya 1-2 cm antar butir benih, kemudian siram. Jika hal ini dilakukan sore hari, keesokan paginya sudah berkecambah. Selain itu berikan pupuk cair dengan dosis 1 tutup botol yang dilarutkan ke dalam 1 liter air setiap minggu.
Sementara itu, hasil riset Widyati Slamet dkk (2009) dari Universitas Diponegoro, Semarang menunjukkan media tanam tidak memengaruhi produksi dan kualitas protein kasar, serat kasar, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik hijauan alfalfa pada pemotongan pertama. Semakin tinggi persentase pemberian kompos pada media tanam, produksi dan mutu hijauan alfalfa akan ikut meningkat. Sedangkan Juniar Sirait dkk dari Loka Penelitian Kambing Potong, Sungai Putih, Sumatera Utara menyimpulkan alfalfa yang ditanam di dataran tinggi beriklim basah Kabupaten Karo potensial digunakan sebagai bahan pakan kambing. Alasannya, pertumbuhan alfalfa baik, produksi cukup tinggi, nilai nutrisi di atas rumput alam dan merupakan sumber kaya protein dengan palabilitas cukup tinggi.Pemeliharaan. Lakukan penyiraman secukupnya sehari sekali. Jika banyak gulma, lakukan penyiangan menggunakan arit. Daya tumbuh benih menjadi tanaman mencapai 90%. Tanaman ini tidak rentan penyakit, bahkan hama pun enggan memakannya, sebab dalam tanaman ini mengandung zat tertentu yang tidak disukai hama serangga. Hama yang menyerang umumnya hanya berupa ulat daun. Itupun menurut Nugroho sama sekali tidak mengganggu secara signifikan. Lakukan pemupukan pada tanah kembali setelah tanaman berumur 2 tahun sebanyak ½ dosis dari pemupukan awal.
Panen. Yang diambil dari tanaman ini adalah batang dan daunnya, sehingga proses panen dengan cara dipangkas sampai mendekati pangkal batang paling bawah. Nantinya tanaman Alfalfa akan mengeluarkan tunas baru. Panen pertama bisa dilakukan setelah tanaman berumur 51 hari. Panen kedua setelah umur 35 hari dan panen ketiga sampai seterusnya setelah umur 21 hari.
Panen bisa menggunakan mesin choper untuk menghemat waktu. Selanjutnya tanaman yang telah dipanen dikering anginkan, barulah dimasukkan ke mesin siklo dryer yang merupakan alat pengeringan sistem udara panas sampai kadar air sekitar 10% dan jika diremas tidak mudah hancur, namun sangat mudah dipatahkan. Alfalfa yang telah kering bisa dikemas dalam bentuk serbuk teh atau ditepungkan untuk bahan dasar peletm dan sebagainya. Hasil panen juga bisa dijual dalam bentuk segar setelah panen sebagai pakan sapi, kambing, domba dan kelinci.
Tips Singkat dan Paraktis Cara Tanam Alfalfa:Dari berbagai sumber
- Dalam penanaman benih, setiap lubang diberi 3 biji alfalfa dengan jarak tanam antar lubang 10 cm
- Tanah diberi pupuk kompos agar subur dan gembur, tidak basah juga tidak kering, PH tanah agar tumbuh optimal pada kisaran 6,7 sampai dengan 6,9
- Diberikan pengairan yang cukup pada saat musim kemarau.
- Untuk pertumbuhan optimal, tanaman tidak terhalang/tertutup dari sinar matahari.
- Dilakukan penyemprotan pupuk daun secara berkala sesuai kebutuhan.
- Tanaman dijaga dan dibersihan dari gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
- Pembenihan dengan menggunakan mulsa atau paranet lebih baik, untuk menjaga dari terpaan angin, hujan, dan terik sinar matahari langsung, khususnya dalam masa rawan pembenihan sampai dengan 40 hari.
- Pola tanam sebaiknya semai langsung tanam pada lahan (tidak dipindahkan).
- Panen perdana usia 2 bulan, selanjutnya setiap bulan dapat dipanen, hasil maksimal panen pada saat alfalfa sudah berbunga sekitar 10% nya.
- Masa produktif tanaman alfalfa 3 – 5 tahun.
loading...
