Jaran Kencak, Atraksi Seni Budaya dan Sejarah

Posted by Admin

loading...
Inilah Atraksi Kuda Yang Pandai Menari (Kencak)

Jaran Kencak merupakan salah satu seni tradisional yang cukup terkenal di Jawa Timur, khususnya di wilayah Malang dan Pasuruan bagian timur terutama di wilayah Suku Tengger, sedang di Lumajang, Probolinggo, Jember, Situbondo, dan Bondowoso keberadaannya hampir merata di seluruh wilayah.

Jaran Kencak artinya adalah kuda menari. Tarian kuda ini sangat menarik karena gayanya yang megal-megol, maju mundur, dan kadang berdiri. Kegemulaian gerakan tarian kuda tergantung akan ketrampilan sang pawang dalam melatih dan musik yang mengiringinya. Musik yang mengiringi adalah seperangkat gamelan sederhana yang berupa kendang, slompret, kempul, dan kenong. Penabuhan atau cara memainkan gamelannya amat terpengaruh oleh empat budaya yakni Jawa pada kenong dan kempul, peniupan slompret pengaruh reog Ponorogo dan pencak Madura, sedang pemukulan kendang seperti gaya Bali dengan cara bagian kiri memakai tangan sedang bagian kanan memakai tangan dan tetabuh. Namun di Jember dan Lumajang seni Jaran Kencak kadang diiringi juga dengan lagu-lagu campursari dan bahkan dangdut.

Pakaian pengiring tergantung selera masing-masing kelompok, ada yang bergaya Tengger yang khas dengan sarung dan udhengnya. Ada pula yang bergaya Madura yang khas dengan kaos lorek putih merah dan udheng merah. Ada juga yang memakai gaya Ponorogo dengan kaos lorek ( putih merah atau putih hitam ) dan udeng wulung. Namun ada juga yang memakai pakaian batik atau kaos hitam.

Dalam satu kelompok Jaran Kencak biasanya terdiri dari 3 hingga 5 ekor kuda yang dihiasi dengan selimut warna kuning yang mencolok dengan hiasan pernak-pernik bunga dan asesoris seperti cunduk menthul dan krecekan. Pengiringnya sesuai dengan jumlah kudanya, sedang penabuhnya ada 8 orang. Di wilayah Lumajang, Probolinggo, Jember, dan Situbondo penampilan Jaran Kencak biasanya juga diikuti atau diiringi oleh seorang wanita yang menari Gandring di depan sang kuda. Masih perlu penelitian untuk mengetahui apakah ini ada pengaruh dari seni Osing yang ada di ujung timur Jawa Timur atau Bali. Sedang di wilayah masyarakat Suku Tengger yang ada di sekitar Bromo dan Semeru khususnya Probolinggo ( Cemoro Lawang dan Ngadisari ), Lumajang ( Ranu Pani ), dan Malang ( Ngadas ) tarian Jaran Kencak tanpa iringan penari wanita.

Sumber: dari berbagai sumber

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

1001 Cara dan Tips Updated at: 05:12
loading...