loading...
Mengenal berbagai macam gangguan penyakit yang bisa menyerang jenis ternak entok baik jenis jantan maupun entok betina.
Dilihat dari kebiasaannya binatang entok ini memang bisa terbang akan tetapi pada dasarnya dia hanya akan terbang pada saat-saat tertentu, dan tidak akan pernah terbang jauh. Unggas ini lebih suka berjalan bersama kelompoknya. Cara jalan unggas ini juga perlahan dan tidak pernah tergesa-gesa, bagian ekor akan bergoyang kekanan dan kiri untuk mengimbangi tubuhnya, hingga membuat binatang terlihat lucu.
Berbagai Jenis Penyakit Yang Bisa Menyerang Ternak Entok
Itik serati, itik surati, itik manila, entog, atau mentok (Cairina moschata) adalah sejenis burung atau unggas yang termasuk keluarga bebek yang dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Habitat dari entok ini biasanya tinggal di atas cabang pohon, jika itu adalah binatang liar, akan tetapi jika binatang ini adalah peliharaan, biasanya akan tinggal dan tidur di atas tanah. Binatang ini biasanya diliarkan begitu saja dan tidak diberi kandang, dibiarkan bebas untuk mencari makan di sekitar saluran air, sungai atau bahkan sawah. Makanan favorit binatang ini adalah serangga, cacing, siput, kepiting kecil, dan pucuk tumbuhan tertentu. Untuk binatang peliharaan biasanya akan diberikan dedak yang dicampur air, atau juga sisa makanan.
Perbedaan Fisik Jenis Entok Jantan dan Betina (lihat gambar)
![]() |
| Entok Betina |
Berbagai Jenis Penyakit Yang Bisa Menyerang Ternak Entok
Entok sendiri dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan bebek manila atau itik manila, dan dalam bahasa Inggris disebut dengan Muscovy Duck. Unggas ini sengaja dipelihara untuk diambil telurnya dan juga dagingnya. Berikut ini macam-macam jenis penyakit yang umum bisa menyerang entog:
1.
Penyakit Mata Memutih
Penyakit ini sangat mudah menyebar
dan tidak hanya pada entok, tetapi pada ternak lain pun dapat menyerang,
seperti itik, angsa, dan kalkun. Penularan dapat melalui pernafasan, klinis
gesekan (sentuhan) dan air minum.
a.
Tanda-tanda
Entok goyah untuk beberapa jam
kemudian mati, ada cairan putih (transparan) keluar dari mata membasahi
lehernya.
b.
Kontrol
Ternak yang terkena penyakit ini
harus diisolasi atau dipisahkan dari unggas lainnya.
c.
Pengobatan
Dapat disembuhkan dengan persentase
10 % larutan sodiumsulfaretamide atau 2 % larutan zincsulfadilamid.
2.
Penyakit Pembengkakan Sinus – Sinus
(Sinusitis)
Penyakit ini dapat dijumpai pada itik dewasa dan
menyerupai sinusitis pada kalkun.
a.
Tanda-tanda klinis
Tindakan pembengkakan sinus-sinus. Rongga-rongga yang
menderita adalah rongga-rongga yang ada dibawah dan di muka mata yang
berhubungan dengan saluran hidung. Dari lubang hidung keluar eksudar encer dan
jernih sekresi mata menjadi berbuih sedangkan sinus-sinus membengkak.
b.
Pengobatan
Penyuntikan 1 – 2 cc larutan 4 % silver nitrat dalam akuades
ke dalam sinus-sinus kepala.
3.
Penyakit Pilek Menular
Penyakit ini biasanya menyerang anak
entok berumur 1 minggu – 2 bulan. Akan tetapi, entok dewasa pun dapat pula terserang
penyakit pilek menular.
a.
Tanda-tanda klinis
Dari mata keluar kotoran (discharge)
cair atau mengental. Kematian akan terjadi setelah adanya tanda-tanda klinis
dalam beberapa hari sampai satu bulan. Pada kondisi ini sangat sulit membedakan
penyakit mata memutih (white eye)
b.
Pengobatan
Pengobatan yang paling efisien adalah dengan
menyuntikkan sterptomycin sulphate secara individual yang berdosis 0,4 gram/ekor
dewasa. Untuk yang kecil, diberi dosis yang lebih rendah dengan patokan berat
badan. Penyuntikan dapat diulang sehari untuk beberapa kali, dengan dosis
streptomycin 0,5 dari dosis di atas. Alternatif pengobatan lain ialah dengan
pemberian antibiotika seperti chlortetracyclin atau axytetracycline dalam
ransum atau minimum. Level yang
dianjurkan adalah.
1)
20 – 100 gram antibiotika / ton
makanan, atau
2)
100 – 200 gram antibiotika /
400 galon air minum.
4.
Penyakit Kolera Entok
Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme dengan
tingkat kemampuan suatu mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit (virulensi)
yang bertingkat-tingkat. Faktor-faktor khusus yang menyebabkan berjangkitnya
penyakit kolera adalah tingkat kebersihan kandang yang sangat buruk, suhu
dingin, dan kandang yang basah atau lembab
a.
Tanda-tanda klinis
Biasanya, wabah penyakit kolera
terjadi setelah ternak di beri sisa-sisa pemotongan ternak unggas yang tidak
dimasak.
b.
Kontrol
Kontrol yang perlu dilakukan adalah :
1.
Perbaikan sanitasi dan kondisi
kandang.
2.
Memperhatikan kepadatan ternak
di dalam kandang, dan
3.
Semua ternak yang menunjukkan
tanda-tanda harus dipisahkan.
c.
Pengobatan
Pengobatan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
1)
Menyuntikkan penisilin pada
urat daging dada dengan dosis 30.000 I.U/ekor dewasa dan dengan dosis yang
lebih rendah pada ternak yang lebih muda.
2)
Menggunakan streptomycin
seperti pada penyakit coryza.
3)
Menggunakan serum anti
haemorrhagie septicaemia sebanyak 15-20 cc per ekor.
Wabah kolera bentuk septicaemia dapat
dihentikan secara tepat dengan pengobatan antibiotika. Untuk pencegahan
penyakit kolera, dapat digunakan bakterin melalui suntikan pada urat daging
dada, 1 cc bakterin pada ternak muda dan 2 cc bakterin pada ternak dewasa.
5. Penyakit
Perut (Salmonelosis)
Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri. Bakteri ini
dapat pula menimbulkan penyakit pada
manusia. Panularan penyakit biasanya per os (melalui mulut). Kuman-kuman dapat
tersebar melalui sisa-sisa makanan, bak-bak makanan, bekas telapak kaki manusia
atau lalat, atau termakan secara tidak sengaja.
a.
Tanda-tanda klinis
Entok nampak bernafas dengan cepat
seperti menelan udara. Kemudian, dalam waktu 12 – 24 jam, dapat terjadi
kematian.
b.
Kontrol
Sanitasi secara tepat dan cermat
harus dijaga. Ternak yang terkena penyakit harus diisolir dan daerah / areal
peternakan harus dikosongkan selama setahun.
c.
Pengobatan
Ternak yang terkena penyakit salmonellosis
yang sudah parah harus dibunuh. Ternak yang terjangkit penyakit salmonellosis
yang ringan dapat diberi furazolidone, dalam makanannya. Selain itu, dapat
diberi sufadimidine yang dicampur dengan air minumnya.
6. Jenis-jenis dan Macam-macam Penyakit Entok
lainnya
Penyakit lain yang dapat menyerang entok di antaranya adalah
sebagai berikut :
1.
Botulims / liberneck.
2.
Sprochaetosis atau duck tick fever.
3.
Coccidiosis
4.
Mycosis
5.
Non-specific diarrhea.
6.
Antibiotik dermatitis
7.
Stagger
8.
Defisiensi vitamin A
9.
Rickets, dan
10.
Brooder pneumonia
loading...

