loading...
Cegukan Memang Kadang Menjengkelkan Terutama Jika Tidak Sembuh-sembuh, Bagaimana Cara Menghilangkannya Dengan Cepat?
Apa Itu Cegukan? Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik. Istilah medis untuk cegukan adalah singultus.Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya cegukan, kadang cegukan yang dialami seseorang bisa berlangsung lama dan kadang juga hanya sebentar. Jika cegukan ini berlangsung lama maka tentu saja akan sangat mengganggu dan membuat diri merasa sangat tidak nyaman. Cegukan merupakan kondisi yang lumrah terjadi pada setiap orang, namun tak jarang menimbulkan rasa tidak nyaman terutama jika berlangsung dalam waktu lama.
Cegukan berkepanjangan memiliki banyak penyebab. Apapun yang mengiritasi saraf phrenic (pengontrol diafragma) dapat menyebabkan kejang kecil. Cegukan setelah operasi dapat terjadi akibat cedera ringan yang disebabkan oleh tabung yang digunakan untuk membantu pasien bernapas selama operasi. Selain itu, kerusakan bagian-bagian tertentu dari otak (karena trauma atau penyakit) juga dapat menyebabkan cegukan. Stres dan racun (terutama alkohol dan nikotin) juga dapat menjadi penyebabnya.
Sebagian besar cegukan berlangsung singkat atau hanya beberapa menit. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Cegukan singkat ini diduga terpicu oleh beberapa hal, di antaranya akibat:
- Minuman panas
- Minuman bersoda
- Minuman beralkohol
- Mengonsumsi makanan pedas
- Makan terlalu cepat
- Merokok
- Stres, takut, atau gembira
- Perut yang kembung
Cegukan dan Masalah Kesehatan
Namun dalam beberapa kasus, cegukan juga ada yang bisa berlangsung lama, yaitu lebih dari dua hari. Biasanya cegukan seperti ini disebabkan oleh masalah kesehatan atau kondisi-kondisi yang mendasari, seperti:- Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.
- Gangguan saraf vagus, misalnya akibat meningitis, faringitis, dan penyakit gondok.
- Gangguan sistem saraf, seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke.
- Gangguan pernapasan, seperti penyakit pleuritis, pneumonia, dan asma.
- Reaksi psikologi, seperti stres, gembira, sedih, takut, atau syok.
- Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
Tumor otak dilaporkan dapat memicu cegukan berkelanjutan, termasuk astrositoma (kanker otak), cavernoma (kelainan sistem saraf pusat), tumor batang otak, dll. Oleh karena itu, cegukan ini biasanya menghilang setelah operasi lesi batang otak. Pembengkakan pembuluh arteri cerebellar (yang terdapat pada otak kecil) dan cedera otak juga dapat menyebabkan cegukan. Terlepas dari gejala batang otak lain seperti mual dan muntah, neuromyelitis optica juga dapat menyebabkan cegukan berkepanjangan, karena penyakit ini merupakan penyakit peradangan yang melibatkan saraf optik dan sumsum tulang belakang.Cegukan terjadi ketika seseorang gagal menarik napas dengan sempurna. Biasanya terjadi ketika kita minum terlalu cepat atau mencoba makan dan bernapas di waktu yang bersamaan.
Kondisi tersebut menyebabkan otot diafragma dan dada berkontraksi, memicu penghirupan yang tak terkontrol. Udara yang dihirup tidak bisa mencapai paru-paru seperti yang terjadi pada pernapasan biasa akibat terjadinya kekejangan otot ringan.
Kejang otot tersebut menutup batang tenggorokan, dan akhirnya menimbulkan suara seperti mencicit yang biasa disebut dengan cegukan. Meskipun tak berbahaya, namun menimbulkan ketidaknyamanan terutama jika Anda harus presentasi saat meeting di depan kolega kerja atau sedang berdiskusi serius.
Cara Mengatasi Cegukan
Ada beberapa cara yang dipercaya bisa mengilangkan cegukan, mulai dari minum banyak air putih hingga dikagetkan dengan sengaja oleh orang lain. Cara-cara tersebut tidak bisa dibilang tepat, namun juga tidak bisa disebut keliru.Seperti halnya bersin, cegukan termasuk gerakan refleks tubuh sehingga tidak bisa dengan mudah dikontrol. Menurut penulis buku The Science of Everyday Life, Profesor Len Fisher, cara yang sudah terbukti secara ilmiah menghilangkan cegukan adalah dengan menahan napas.
Cobalah tahan napas Anda selama beberapa detik, cara tersebut akan meningkatkan karbon dioksida pada saluran pernapasan sementara waktu. Karbon dioksida diketahui membantu mengatur napas agar lebih teratur. Bisa juga dengan meminum beberapa teguk air sambil menahan napas.
Jika tidak juga hilang dan cegukan berlangsung terus menerus, maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Cegukan akut bisa menjadi tanda adanya penyakit, misalnya tumor pada leher atau laringitis (peradangan pada pita suara).
Cegukan serius tidak jarang terjadi pada pasien kanker. Di Italia, laporan menunjukkan bahwa 3,9% pasien rawat inap dan 4,5% pasien lawat jalan memiliki cegukan kronis yang parah. Di antara beberapa pasien kanker, cegukan juga disebabkan oleh kemoterapi. Analisis retrospektif menunjukkan bahwa cegukan terjadi pada 0,39% pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Cisplatin (obat anti-kanker pada kemoterapi) sering menjadi agen penyebab cegukan. Secara klinis, cegukan yang terjadi pada pasien yang menerima berbagai dosis cisplatin di Jepang berkisar antara 6,1%-10%. Selain itu, uji coba prospektif yang dilakukan di Taiwan menunjukkan bahwa cegukan berkepanjangan pada pasien yang menggunakan kombinasi cisplatin dan deksametason ada sebanyak 41,2% dan 97,4% di antaranya adalah laki-laki.Sumber:
http://wolipop.detik.com, http://www.alodokter.com dan sumber lainnya
loading...
