Apa yang dimaksud dengan colostrum (kolostrum)?
Colostrum (kolostrum)
atau “susu pertama”adalah susu/cairan yang diproduksi dari kelenjar susu
pada akhir masa kebuntingan sampai beberapa hari setelah melahirkan.
Kolostrum sangat penting bagi setiap pedet yang baru dilahirkan karena
di dalam kolostrum selain mengandung umber nutrisi seperti protein,
karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung zat
kekebalan tubuh (Antibodi). Kolostrum manusia dan sapi warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting bagi bayi mamalia (termasuk manusia) karena mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh. Kolostrum (IgG) mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi, dan sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi).
Kolostrum adalah zat yang terkandung dalam kelenjar susu baik itu sapi, kambing, hingga manusia. Namun zat ini hanya bisa ditemukan pada awal kelahiran bayi baik itu dari sapi, ataupun manusia. Oleh karena itu air susu yang mengandung kolostrum hanya akan kita temukan dalam tahap pra menyusui saja. Negara penghasil kolostrum nomor satu di dunia adalah New Zealand. Konon di negara tersebut memang jumlah sapi lebih banyak dibandingkan jumlah manusia. Peternakan sapi di New Zealand memiliki kelebihan di bandingkan dengan peternakan-peternakan sapi di daerah lain karena sapi-sapi tersebut diberi makanan secara alami dari padang rumput yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Selain itu, sapi-sapi di New Zealand bebas dari suntikan hormon yang beresiko mengakibatkan kekacauan siklus hormonal bagi manusia yang mengkonsumsinya.
Manfaat Vital Kolostrum Bagi Pedet
Pedet yang baru lahir mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Oleh karena itu pemberian kolostrum pada pedet adalah WAJIB. Zat antibodi utama yang terkandung dalam kolostrum adalah immunoglobulin (Ig). Immunoglobulin
(Ig) yang terdapat dalam kolostrum berperan dalam melindungi pedet dari
berbagai macam penyakit pada masa awal kehidupannya. Ada 3 macam immunoglobulin yang sering terdapat dalam kolostrum yaitu Immunoglobulin
G, M dan A (IgG,IgM dan IgA). IgG sendiri terdiri dari 2 macam yaitu
IgG1 dan IgG2. Ukuran molekul IgG lebih kecil dibandingkan dengan jenis
Ig yang lain sehinga mudah untuk berpindah dari peredaran darah kesetiap
bagian tubuh sehingga mampu membantu untuk mengenali setiap kuman
pathogen yang masuk. Sedangkan IgM merupakan pertahanan pertama dalam
kasus septicemia, karena ukuran molekulnya yang besar IgM menetap di
darah dan melindungi dari invasi bakteri. IgA berperan dalam melindungi
lapisan mukosa, seperti permukaan usu misalnya.
Komponen kolostrum dari faktor Imun adalah:Faktor imun dapat menghalangi kuman patogen masuk usus ( gastrointestinal ), di mana 90% penyakit masuk melalui gastro intestinal sehingga perlu dilindungi. Kolostrum bovine berisi antibodi alami yang kuat dikenal sebagai Immunonoglobulin G (IgG) yang jumlahnya 4X lebih banyak dibandingkan dengan kolostrum manusia. Studi membuktikan IgG dalam kolostrum bovine merupakan sistem imun pasif di And selain dapat melawan kuman patogen, juga dapat melawwan bakteri, jamur, dan racun seperti E coli, salmonela, shigela yersenia, radang pernafasan atas, radang paru , influenza, dan hepatitis.
- Imunoglobulin G (IgG)
- Imunoglobulin M (IgM)
- Imunoglobulin D (IgD)
- Imunoglobulin E (IgE)
- Imunoglobulin A (IgA)
- Lactoferin
- Tranferin
- Glicoprotein
- Lactoalbumin
- Cytokines
- Proline Rich Polipeptide (PRP)
- Lysozimes
- Gamma Globulin
- Lactoglobulin
- Complemen 3 & 4 (C3 & C4)
- Kappa Kasim
- Alpha 2-AP Glycoprotein
- Alpha 1 Antitrypsin
- Alpha 2 Macroglobulin
- Orosomucoids Alpha-1 Proten dalam plasma
- Pre Albumin
- Albumin
- Oligosacarida
Waktu Terbaik dan Tepat Pemberian Kolostrum
Kolostrum sebaiknya
diberikan sesegera mungkin setelah pedet lahir dan maksimal 4 jam
setelah lahir. Keterlambatan pemberian kolostrum akan memperbesar resiko
kematian untuk pedet. Kemampuan absorbsi usus pedet terhadap Immunoglobulin semakin menurun seiring dengan lamanya rentang waktu dari kelahiran. Semakin lama usus pedet semakin sulit untuk menyerap Immunoglobulin. Pada 9 jam post partus sekitar 50% Immunoglobulin dapat diserap, dan pada 12 post partus hanya mampu menyerap sekitar 30% saja.
Jumlah Kolostrum Yang Dibutuhkan Seekor Pedet
Semakin besar pedet
tentu saja kebutuhan kolostrum semakin banyak. Kolostrum sebaiknya
diberikan sebanyak 4 liter pada waktu kurang dari 4 jam post partus
(minimal 2 liter untuk pedet yg kecil) kemudian diberikan lagi 8 jam
kemudian (12 jam post partus) minimal sebanyak 3 liter. Sedangkan bila
berdasarkan berat badan pemberian kolostrum sebaiknya sekitar 10-15%
dari berat badan pedet.
Komponen kolostrum dari faktor pertumbuhan:
Komponen kolostrum dari faktor pertumbuhan:
- Egp (Epitelial GRowth Factor)
- FGF (Fibroblast Growth Factor)
- IGF 1 (Insuli-like Growth Factor 1)
- IGF 2 (Insuline-like Growth Factor 2)
- GH (Growth Hormon)
- TGF a (Transforming Growth Factor a)
- TGF b (Transforming Growth Factor b)
- PDGF (Platelete Derived Growth Factor)
- GnRh (Gonadotropin – Relesing Hormon)
- Prolactine
- Hormon Insulin
- Sulfur
Menilai Kualitas kolostrum
loading...
Kualitas kolostrum ditentukan pada banyak sedikitnya kandungan immunoglobulin. semakin tinggi kandungan Immunoglobulin semakin bagus kualitas kolostrum. Kandungan Immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum dapat diperkirakan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat colostrometer.
Kandungan Immunoglobulin
pada perahan pertama kolostrum biasanya berkisar antara 2% (20 g/L)
sampai 15% (150 g/L). kemudian akan terus menurun konsentrasinya pada
pemerahan berikutnya. Pada pemerahan ketiga konsentrasinya hanya 40%
dari pemerahan pertama.
Nutrisi
Terdiri dari Vitamin, Mineral dan Asam Amino yang berguna untuk melengkapi kandungan susu menjadi lebih sempurna.Vitamin :
- Vitamin B1 untuk metabolisme karbohidrat
- Vitamin B2 berguna memperbaiki jaringan, menghasilkan energi, untuk kesehatan mata.
- Vitamin B6 berguna mengasilkan seretonin, pemanfaatan asam amino
- Vitamin B12 berguna membantu pertumbuhan sel
- Vitamin E berguna sebagai antioksidan, memperbaiki luka dan memberikan fungsi kekebalan
- Vitamin A berguna untuk mempertahankan sel dan pertumbuhan jaringan
- Asam folat berguna mempertahankan serangan dari kuman patogen
- Asam pentotenat berguna untuk metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein
- Glikogen berguna untuk merubah glukosa menjadi energi ketika diperlukan jaringan
- Retinoic Acid, berguna untuk metabolisme vitamin A, melindungi dari virus herpes
Mineral:
- Fe – Menyimpan transportasi oksigen, energi
- Magnesium – Untuk relaksasi otot, menormalkan fungsi otak
- Zinc – Sintesa DND dan RNA, mengaktifkan vitamin A
- Phospor – Memperkuat tulang dan Gigi
Asam Amino Esensial:
- Isoleusin – Membantu pengembangan dan perbaikan otot, mengatur gula darah
- Leusin _ Memperbaiki otot, membantu penyembuhan luka, dan produksi hormon
- Histidine – Untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan
- Methionin – Antioksidan, sintesis kolagen, membantu kesehatan fungsi kardiovaskular
- Lysine – membantu penyerapan kalsium, mengatur antibodi, dan produksi enzim
- Threonine – Merangsang produksi antibodi
- Phenylalanine – Membantu fungsi neurotranmiter, memperbaiki suasana hati dan otak
- Valine – Mengatur energi, membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan otot
- Tryptophan – Merangsang produksi niacin
Asam Amino Non Esensial:
- Arigin – merangsang hormon pertumbuhan, fungsi imun, mempercepat penyembuhan luka dan pertumbuhan otot
- Cystine – Antioksidan dan digunakan dalam sintesis kolagen
- Asam Glutamat – membantu mengangkut kalium ke otak pada set ada gangguan neorology/syaraf
- Alanine – membantu metabolisme glukosa
- Tyrosine – mengatur Susan hati, dapat meningkatkan memori, menekan selera makan
- Glysine – mengurangi massa otot, membentuk pembentukan glikogen
- Proline – mempercepat penyembuhan luka dan sitesa kolagen
- Asam Aspartat – membantu sintesis DNA, RNA, Ig dan Antibodi, dan membantu metabolisme energi
- Serine – membantu metabolisme lemak dan pertumbuhan otot
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah dan kualitas kolostrum
Jumlah dan kualitas kolostrum yang dihasilkan tiap sapi berbeda-beda, beberapa faktor yang berpengaruh adalah :
- Nutrisi
Pemberian pakan yang bagus akan meningkatkan kadar Immunoglobulin dalam kolostrum. Protein merupakan komponen penting untuk menentukan volume, kualitas dan kandungan immunoglobulin dalam kolostrum.
- Umur induk
Banyaknya kolostrum dan
kandungan antibodi pada sapi laktasi pertama lebih sedikit dibandingkan
dengan sapi-sapi yang lebih tua (2 kali laktasi atau lebih). Sapi yang
lebih tua lebih mempunyai kemampuan untuk menghasilkan susu yang lebih
baik dan sitem transport antibodi yang lebih baik pula. Sapi yang lebih
tua juga lebih lama mendapatkan stimulasi antigenik sehingga lebih
banyak antibodi yang dihasilkan.
- Jenis sapi dan volume kolostrum yang dihasilkan
Jumlah kolostrum yang banyak maka akan menurunkan konsentrasi Immunoglobulin yang terkandung. Oleh karena itu konsentrasi antibodi (immunoglobulin) pada sapi potong lebih tinggi dibandingkan pada sapi perah. Konsentrasi antibodi (immunoglobulin)pada sapi FH lebih rendah dibandingkan dengan sapi Jersey.
Cara Penyimpanan kolostrum
Apabila ada suatu
kejadian misalnya sapi yang baru melahirkan mengalami distokia, anaknya
selamat, tetapi induknya mengalami cidera sehingga harus dilakukan
pengafkiran, maka sebaiknya kolostrum dari induk dapat diperah terlebih
dahulu sebelum diafkir dan disimpan untuk digunakan di lain hari. Cara
penyimpanannya adalah kolostrum dari sapi yang baru saja melahirkan
diperah kemudian dimasukkan kedalam wadah yang steril dan disimpan pada
suhu rendah atau dalam refrigerator dan bisa juga dibekukan.
- Kolostrum yang disimpan pada suhu sedang (sekitar 20oC) dengan cara yang aseptis dapat bertahan selama 2 hari.
- Kolostrum yang disimpan pada refrigerator (1-2oC) dapat digunakan selama 1 minggu.
- Kolostrum yang dibekukan (-20oC) mampu bertahan selama 1 tahun.
- Kolostrum beku sebelum di gunakan di thawing (diencerkan) pada air hangat (50oC).
- Kolostrum yang sudah di thawing tidak bisa dibekukan lagi, maka penyimpanan sebaiknya menggunakan wadah berukuran 1 atau 2 liter.
- Penggunaan kolostrum sapi lain yang baru melahirkan mungkin juga menjadi pilihan tetapi perlu diingat bahwa konsentrasi Immunoglobulin tiap sapi berbeda-beda.
Tips Praktis Terkait Kolostrum Untuk Pedet
- Pisahkan segera pedet dari induknya setelah lahir & bersihkan
- Berikan kolostrum pada pedet sesegera mungkin setelah lahir
- Berikan kolostrum segar yang berkualitas minimal 3 liter pada pedet umur 12 jam.
- Ukurlah kualitas kolostrum dengan menggunakan colostrometer
- Simpanlah kolostrum yang berkualitas pada wadah 1-2 liter dan bekukan
- Encerkan kolostrum beku dengan hati-hati pada suhu 50oC
- Celuplah tali pusar pedet menggunakan iodine tincture
- Berikan kolostrum minimal 2-3 hari setelah lahir
- Jangan memberikan kolostrum yang mengandung darah atau mastitis pada pedet
- Jangan menunggu pedet sampai bisa berdiri baru dibeikan kolostrum
- Jangan memberikan kolostrum yang sudah rusak
- Jangan lupa memberikan kolostrum pada pedet yang baru lahir
loading...