Macam-macam Desinfektan, Hand Sanitizer Dan Manfaatnya

Posted by Admin


Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri Dan Mengenali Macam dan Jenis-jenis Cairan Desinfektan, Manfaat dan Komposisinya

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. 

Beda antiseptik dan desinfektan


Beda antiseptik dan desinfektan adalah lokasi pengaplikasian zat kimia tersebut. Istilah antiseptik digunakan untuk zat kimia anti mikroorganisme yang diaplikasikan pada jaringan hidup terluar pada manusia maupun hewan, misalnya sabun mandi dan pembersih wajah. Sedangkan desinfektan adalah zat kimia anti mikroorganisme yang diaplikasikan pada permukaan benda-benda mati seperti lantai dan kamar mandi.

loading...

Satu hal yang penting diperhatikan adalah zat kimia desinfektan berbahaya bagi manusia (bersifat racun), oleh karena itu tidak dapat digunakan pada peralatan yang berhubungan langsung dengan makanan, misalnya piring dan gelas. Hal ini sebaiknya diketahui oleh anak-anak atau pembantu rumah tangga. Apalagi akhir-akhir ini banyak produk desinfektan yang mirip dari segi bentuk, warna dan kemasannya dengan gel pembersih peralatan makan sehingga kita harus benar-benar teliti dalam memahami beda antiseptik dan desinfektan.

Membuat Hand Sanitizer Sendiri, Ini Bahan dan Caranya!

Menggunakan Cuka Putih

Bahan pertama yang bisa Anda andalkan sebagai langkah membuat hand sanitizer ialah cuka putih. Biasanya cuka putih dimanfaatkan sebagai penambah rasa dalam sebuah makanan, tapi juga bisa untuk membersihkan.

Ketika tidak ada alkohol, Anda bisa mengandalkan cuka putih sebagai obat luar, dengan meneteskan pada kapas lalu menepuknya di kulit yang luka.

Selanjutnya, dilansir dari doktersehat.com, cuka memiliki konsentrasi asam yang cukup tinggi sehingga baik dalam mengatasi masalah kulit, seperti infeksi akibat bakteri, jamur, atau sejenisnya.

Lalu kutil yang muncul di tubuh juga bisa diolesi cuka untuk membuatnya lepas. Mengoleskan cuka pada area yang rawan infeksi akan menghindari masuknya mikroba berbahaya.

Campurkan cuka dengan sedikit air dan masukkan dalam botol spray. Gunakan campuran sederhana ini sebagai hand sanitizer atau membersihkan beberapa perabotan di rumah. simpan dalam kulkas demi menjaga kualitas hand sanitizer bahan cuka Anda.

Memakai Lemon

Cara membuat hand sanitizer sendiri dengan mudah dan aman dari bahan alami berikutnya menggunakan buah lemon. Perasan air lemon sudah sejak lama dipercaya ampuh mengangkat kotoran dan sebagai pembersih.

Sifat asamnya serta fungsi antibakterinya akan membantu Anda dalam menjaga kebersihan tangan. Pertemuan asam dari lemon dan garam akan menciptakan reaksi yang meningkatkan ion bebas hidrogen.

Langkah mudahnya, cukup Anda campurkan air perasan lemon, sedikit lemon, dan sedikit air dalam botol spray. Gunakan campuran air mujarab Anda ini sebagai hand sanitizer alami. Kandungan lemon yang mampu memutihkan kulit dan menjaganya dari bakteri.

MENGGUNAKAN Minyak Esensial Lavender

Cara membuat hand sanitizer dengan bahan alami dan aman selanjutnya menggunakan minyak essensial lavender. Melansir dari hellosehat.com, menunjukkan bahwa berbagai penelitian telah membuktikan khasiat minyak esensial lavender sebagai antibakteri dan antijamur alami.

Minyak essensial lavender juga aman bagi kulit sensitif. Selain itu, aroma lavender yang menenangkan akan membuat Anda jadi lebih rileks.

Dengan Minyak Essensial Jeruk

Bahan alami selanjutnya menggunakan minyak essensial jeruk yang juga memiliki fungsi antiseptic dan antioksidan. Sebagai sumber antioksidan alami, minyak ini akan meregenerasi sel-sel kulit tangan, sehingga tangan Anda akan senantiasa lembut dan kenyal.

Cairan minyak akan membantu mencegah pertumbuhan virus atau bakteri, antioksidan bisa menjadi tameng bagi tubuh Anda dari luar.

Hand Sanitizer Dengan Tea Tree Oil

Tea tree oil atau minyak pohon teh seringkali digunakan sebagai pencegahan maupun penyembuhan jerawat. Kandungan antibakteri dan antimikroba alaminya sangat baik dalam menangkal kuman, bakteri, dan virus.

Tea tree oil sudah terbukti dan dipercaya khasiatnya selama berabad-abad. Masih dari kutipan yang sama, minyak ini juga mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Membuat Hand Sanitizer Menggunakan Minyak Essensial Kayu Manis

Cara membuat hand sanitizer dengan mudah berbahan alami selanjutnya menggunakan minyak essensial kayu manis. Selain mengharumkan, minyak ini juga bersifat antibakteri serta antimikroba yang efektif menghalangi organisme penyebab penyakit.

Alat dan Bahan Membuat Hand Sanitizer dari Minyak Essensial

Cara membuat hand sanitizer sendiri dengan mudah yang dilansir dari hellosehat.com, Anda perlu menyiapkan beberapa bahan utama sebagai berikut :

  1. 3 sendok makan gel lidah buaya, bisa dibeli di toko kecantikan atau apotek.
  2. Minyak esensial seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Anda bisa mencampurkan beberapa jenis minyak esensial atau salah satu. Takarannya disesuaikan dengan keharuman yang Anda inginkan, biasanya membutuhkan sekitar 8 tetes.
  3. 1 sendok makan isopropyl alkohol (IPA), bisa Anda beli di apotek
  4. Mangkuk kaca atau wadah.
  5. Botol plastik kecil untuk menyimpan hand sanitizer.

Cara Membuat Hand Sanitizer

  1. Pertama, campur dan aduk merata semua bahan yang sudah Anda siapkan tadi ke dalam mangkuk kaca.
  2. Hindari mangkuk atau wadah plastik saat membuat cairan hand sanitizer. Berisiko minyak esensial murni yang belum benar-benar menyatu dalam adonan akan merusak plastik. Namun, jika sudah tercampur sempurna, wadah plastik sudah aman untuk digunakan.
  3. Kemudian, jika semua bahan hand sanitizer sudah tercampur dengan konsistensi yang baik. Pastikan tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental, pindahkanlah ke botol plastik kecil.
  4. Hand sanitizer alami Anda yang aman tersebut siap untuk digunakan. Bisa Anda bawa ke mana pun bepergian. Hand sanitizer bisa Anda gunakan untuk membersihkan tangan dan toilet duduk di kamar mandi umum yang sudah berbekas orang lain.
  5. Simpanlah hand sanitizer alami dengan menjauhkan dari sengatan sinar matahari langsung.

Seseorang tetap menggunakan sabun dan air untuk membersihkan tangan dijamin lebih efektif. Selain itu, mencuci tangan dengan lama waktu dua kali menyanyikan lagu happy birthday, saran dari Dr. Nick Phin, wakil direktur dari National Infection Service, PHE.

Itulah beberapa cara membuat hand sanitizer dengan bahan alami, pastinya mudah, praktis, dan aman digunakan. Hand sanitizer cukup sebagai alternatif ketika sedang bepergian jauh dan tidak menemukan air serta sabun yang cukup membersihkan. Selamat mencoba!

Cairan Desinfektan dan Antiseptik BETADINE

Suatu larutan organik dari bahan aktif Polivinil-Pirolidon, yang merupakan kompleks Iodine yang larut dalam air.

Fungsi : Sebagai desinfektan dan anti septik lokal yang juga dapat membunuh jamur, virus, Protozoa dan spora.


Bau : Khas, tidak menyengat.

Warna : Hitam-kekuning-kuningan.

Komposisi : Mundidone (Polyvinyl pyrolidone Iodine murni)

Konsentrasi :

- Betadine Gargle 1% - kumur-kumur

- Betadine skin cleaner 7,5%

- Betadine solution 10%

- Betadine ointment 10%

- Betadine vag. Douche 10%

- Betadine vaginal GCL 10%

- Betadine shampoo 4%

Perhatian : Larutan povidium yodium tidak untuk diminum atau ditelan, atau juga untuk mencuci mata.

Side effect : Dapat menimbullkan metabolilk asidosis bila povidium yodium digunakan pada luka bakar yang luas, diare-bila terminum.


HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2)

Bau : Merangsang (menyengat) dan kecut.

Warna : Bening kebiruan.

Komposisi :

- H2O (air)

- O2 (oksigen)

Bila bersentuhan dengan tubuh pada jaringan luka atau mukosa, maka akan terjadi pengelupasan O2 karena adanya enzim katalase dalam sel.


Konsentrasi :

- Untuk desinfektan dan mencuci luka – 0,3% - 6%

- Untuk sterilisasi – 6% - 25%

- Larutan H2O2 yang biasa dipakai (standar) – 3%

Gunanya :

- Vagina douche (mendesinfeksi vagina)

- Sebagai antiseptik yang non toxid

- Desinfektan luka dan borok

- Untuk doedorant

- Untuk kumur-kumur

Problem dan efek samping :

- Akan merusak jaringan yang baru

- Berbahaya digunakan pada rongga tertutup

Misal : Abses = H2O2 akan melepas gas yang masuk ke dalam pembuluh darah.

- Penggunaan pada mukosa akan menimbulkan iritasi-bintik hitam pada lidah.


Cairan Desinfektan: YODIUM TINCTURE

Nama obat : Yodium Tincture

Bau : Khas, menyengat

Warna: Coklat

Komposisi dan Konsentrasi :

- 2,4% Sodium iodide

- 2% Iodide

- alkohol Etyl 46%

Gunanya :

- Sebagai desinfektan

- Sebagai antiseptik

- Dipakai sebagai obat luar

Kontra indikasi :

- Hypersensitif terhadap Iodine

- Dapat menimbulkan iritasi

- Jauhkan pemakaian rutin

Desinfektan Cair: MERCUROCHROME

Warna : Merah

Bau : Khas

Komposisi :

- Mercurochrome 2%

- Aqua Destilata 98%

- Dilarutkan dalam alkohol

Gunanya :

- Untuk merawat luka-luka kecil

- Untuk mengeringkan luka

- Untuk menghentikan darah pada luka tergores/kecil

Kerugian :

- Menyebabkan parut

- Bukan merupakan anti bakterial/anti septik

Pelaksanaan : Olesi luka dengan menggunakan peralatan yang tidak mudah menempel pada luka untuk mencegah pengotoran luka.


KALIUM PERMANGANAT (PK)

Nama Obat : PK (Kalium Permanganat)

Bau : Tidak berbau

Warna : Ungu tua

Kompisisi :

 Kalium Permanganat (KMnO4)

 Konsentrasi bila 1 : 1000

 1 gr PK : 1 Liter air

Gunanya :

- Kompres luka

- Menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri busuk

- Irigasi kandung kemih yang terinfeksi

- Untuk pembilasan akhir pada vulva dan penis hygiene

Kontra indikasi : Dapat menimbulkan kepedihan

Kalium Permanganat dapat larut dalam air. Dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri pembusuk yang dapat disebabkan dari udara bebas, bakteri ini dapat dimatikan oleh kalium permanganat dengan memperhatikan perbandingan yang sesuai dengan jumlah materi organik yang ada.

Dalam penyiraman vagina/penis dalam tindakan vagina/penis hygiene dengan konsentrasi antara 1 : 1000 s/d 1 : 5000. Bila larutan ini kuat yaitu dengan perbandingan lebih dari 1 : 5000 dapat menimbulkan kepedihan.


Gunanya :

- Kompres luka

- Menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri busuk

- Irigasi kandung kemih yang terinfeksi

- Untuk pembilasan akhir pada vulva dan penis hygiene

Kontra indikasi : Dapat menimbulkan kepedihan


Cairan Desinfektan: LARUTAN NaCl

Bau : Tidak berbau

Warna : Bening

Kompisisi :

- Natrium

- Klorida

- Air

Pada cairan NaCl 0,9% yang biasa digunakan di sarana kesehatan, CRS, Puskesmas terdiri dari :

- Air : 500 ml

- Sodium/Natrium : 150 mm/L

- Klorida : 150mm/L

Rasa : Asin

Fungsi Sodium :

- Untuk mempertahankan osonolaritas plasma

- Generasi dan transmisi potensial aksi

- Mempertahankan elektronetralisa (kenetralan elektrolit)

- Fungsi normal dari aktifitas fisiologik tubuh

Fungsi Klorida :

- Mempertahankan keseimbangan asam-basa

- Mempertahankan elektrinetralitas plasma

- Formasi asam Hidrolik

Fungsi cairan NaCl dalam perawatan luka :

- Sebagai pelarut/pengencer

- Untuk membersihkan luka

- Sebagai cairan infus

- Sebagai cairan humidifer pada tabung O2

- Untuk irigasi kulit

- Untuk mengatur keseimbangan asam-basa


Alternatif Cairan Desinfektan: BENSIN

Bensain merupakan fraksi ke-3 dari urutan pengilangan minyak bumi. Untuk mendapatkan bensin dengan jumlah besar dan mutu baik digunakan proses lanjutan : cracking – alkilasi – bensin dalam jumlah banyak.

Bensin yang berbau khas dan berwarna jernih kekuning-kuningan ini dapat dinyatakan mutunya dengan nilai oktan. Nilai oktan didapat dari perbandingan antara Heptana dan 2,2,4 trimetil pentana (iso oktana).

Ada 3 cara dalam meningkatkan nilai oktan :

1. Menggunakan ukuran yang dibuat berdasarkan kecepatan dan temperatur yang tinggi.

2. Penambahan bahan aditif seperti tetra etil timbal

(CH3CH2)4 Pb : 1 galon (4 et) bensin 6 ml

(CH3CH2)4 Pb : 1 galon (4 et) bensin.

3. Thermal Reforming – menggunakan temperatur 500-6000C dan tekanan 25 – 50 atmosfir.

Merubah hidrokarbon lurus – bercabang.

Bensin atau lebih dikenal wash bensin, dirumah sakit digunakan sebagai pelarut bahan yang terbuat dari karet atau pelarut laboratorium. Penggunaan bensin dapat digantikan dengan minyak kayu putih.

Bensin yang digunakan tentunya harus bermutu baik, dan itu merupakan campuran antara bensin (+) (CH4CH2)4 Pb, Bensin (+) SiO2 dan AL2O3. Konsentrasi bensin adalah 80% - 100%, campuran 20% oktana atau 0% heptana dan 100% oktana.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

1001 Cara dan Tips Updated at: 04:36
loading...