![]() |
Buah Murbei |
Pohon Murbei, Sumber Pakan Untuk Ulat Sutera Yang Menyimpan Bermacam-macam Manfaat Bagi Kesehatan, Waspadai Efek Samping dan Bahaya Yang Mungkin Muncul Jika Digunakan Secara Berlebihan
Bebesaran atau murbei (Latin: Morus) adalah sebuah genus yang terdiri dari 10–16 spesies pohon tertentu yang asli berasal dari daerah panas sedang dan subtropis di Asia, Afrika dan Amerika. Daun bebesaran merupakan daun sederhana berbentuk cuping dan menggergaji di bagian tepi. Warna merah keunguan yang teraapat pada buah murbei dihasilkan oleh pigmen warna yang disebut sebagai antosianin. Antosianin tergolong sebagai senyawa flavanoid yang mampu melindungi sel dari ultraviolet dan memiliki banyak manfaat. Setiap 100 gram buah murbei terdapat antosianin dengan kadar yang mencapai 1993 mg.Buah ini sangat disukai anak-anak kecil karena rasanya yang manis saat warnanya sudah benar-benar hitam alias sudah masak. Saat masih berwarna merah rasanya masam. Buah ini mudah tumbuh dan biasa dipakai sebagai tanaman hias dan tanaman peneduh di pekarangan. Buah Murbei identik dengan ulat sutera Bombyx mari. Daun tanaman dan suku Moraceae itu merupakan pakan ulat sutera. Berasal dan Cina, murbei dikembangkan secara luas di daerah beriklim sedang dan tropis.
Untuk para peternak ulat sutera, pohon ini sangat dibutuhkan karena fungsinya sebagai sumber pakan utama ulat sutera. Dibeberapa daerah, pohon murbei jarang dimanfaatkan, sebagian kecil hanya dipakai sebagai tanaman hias atau sebatas tanaman perindang yang buahnya biasa diambil atau dikonsumsi anak-anak kecil. Jarang ditemui penjualan buah murbei secara komersial, meskipun dipasar-pasar tradisional kita akan kesulitan menemukan penjual buah murbei ini.
Pohon Murbei Sebagai Sumber Hijauan Pakan TernakTanaman yang memiliki nama lain Morus indica itu dinaturalisasi di wilayah Malesia, seperti di Filipina (Pulau Batan dan Provinsi Cagayan) yang diperkenalkan pertama kali pada 1780. Murbei menghasilkan buah yang berair dan berasa lezat. Walaupun begitu, menurut Rhumpius dalam Tumbuhan Berguna karangan K Heyne, usaha perdagangan untuk buah ini tidak diusahakan lebih lanjut karena buahnya relatif kecil, masak secara tidak teratur dan tidak dapat diangkut.
Dengan sifatnya yang mudah tumbuh dan cara perbanyakannya yang relatif mudah, sebenarnya pohon murbei ini mempunyai potensi untuk menjadi salah satu sumber hijauan makanan ternak (HMT). Perbanyakan pohon ini paling mudah dengan menggunakan stek batang, dengan stek batang maka hasil daunnya yang bisa digunakan untuk hijauan akan lebih cepat bisa dipanen. Pemanfaatan daun murbei untuk makanan ternak masih perlu penelitian yang intensif agar bisa mengetahui kemampuan produksinya, keunggulan nutrisinya dan juga efek sampingnya bagi ternak apabila ada. Salah satu keunggulan pohon murbei ini mudah tumbuh dilahan apa saja, bahkan dilahan yang kurang bagus kesuburan tanahnya.
Nama lokal: Murbei, bebesaran, lampaung, murbei kertau; besaran (Jawa), kerto (Gayo); kitau (Lampung). Nama asing: Morus alba, White mulberry, weeping mulberry, silkworm mulberry, russian mulberry, morier de chine; sangzhi (cabang embut), sangshen (bunga), (Cina).
Kandungan kimiawi Pohon Murbei
Kulit kayunya mengandung moracin M, glucoside dan metanol daun murbei mengandung flavonoid (anti inflamasi alami yang bermanfaat mengurangi risiko aterosklerosis/pengerasan arteri), salah satunya morusin yang ampuh melawan sel HeLa karsinoma serviks (Sel Kanker Serviks) manusia. Riset Seorang Profesor Departemen Gizi Institut Pertanian Bogor, murbei mengandung beragam senyawa antioksidan seperti kuersentin, isokuersentin, vitamin C, dan antosianin. Konsentrasi antosianin buah murbei mencapai 348,98 mg/I yang akan meningkat hingga 544,83 mg/I pada penyimpanan hari ke-15. Kuersentin (salah satu jenis flavonoid) mencapai 1,12% per 100 gram buah segar.Ciri Khas Tanaman Murbei
Tanaman: Batang berkayu berbentuk bulat, warna kulit batang muda hijau, dan setelah tua berwarna kelabu kecokelatan. Sosoknya berbentuk pohon yang tingginya sekitar 5-9 m.Daun: Tumbuh berselang-seling Tangkai daun 1-2,5 cm. Daun penumpu (stipula) berbentuk membujur panjang atau lanceolate. Lembaran daun berbentuk bulat telur dengan panjang 5-15 cm dan lebar 3-12 cm. Ujung daun runcing atau obtuse. Tepian daun bergigi atau serrate, kadang bergelombang tidak beraturan. Permukaan daun atas mengilap dan licin.
Bunga: Berkelamin tunggal, biasanya berada di pohon yang berbeda. Bunga bersifat uniseksual (jantan atau betina). Warna hijau kekuningan, tumbuh bersamaan dengan daun. Kelopak bunga berjumIah 4.
Buah: Tipe buah kurung (achene). Buah agregat berbentuk bulat telur atau bulat memanjang Ukuran sekitar 1-2,5 cm. Berwarna ungu kehitaman.
Manfaat Buah dan Daun Murbei, Adakah Bahaya dan Efek Samping Murbei Jika Dikonsumsi Secara Berlebihan dan Sembarangan?
Di Pakistan, selain buahnya dikonsumsi, bagian tanaman Iainnya yang dimanfaatkan yaitu daun yang digunakan sebagai pakan ternak. Ranting dan kayunya juga dipergunakan untuk membuat atap atau peneduh. Di Vietnam, kulit akarnya digunakan sebagai diuretik, antitusif, dan ekspektoran serta diresepkan untuk edema, tekanan darah tinggi, batuk, bronkitis, dan asma.loading...
Akar atau kulit murbei setelah dimasak dengan adas pulasari dan kayu cendana dapat menyembuhkan kencing darah dan nanah pada penyakit gonorrhoe. Sedangkan menurut seorang Profesor Departemen Gizi Institut Pertanian Bogor, daun mudanya dapat dimakan sebagai sayur bermanfaat memperlancar air susu ibu. Ny. Kloppenburg dalam sumber yang sama juga mencatat bahwa ekstrak daun Murbei dapat membersihkan darah dan dianjurkan untuk diminum secara teratur oleh penderita bisul dan gangguan kulit. Daunnya apabila diolesi minyak kelapa dan dibuat Iayu di atas api lalu diremas-remas dapat digunakan untuk mengobati luka besar secara cepat. Sebelum diobati dengan bahan ini, luka tersebut harus dibersihkan dulu.
Hipoglikemik: Moracin M, steppogenin-4’-O-betaDglucoside dan mulberroside A yang diisolasi dari kulit akar murbei memiliki efek hipoglikemik pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Efek signifikan terlihat pada steppogenin-4’-O-beta-Dglucoside dengan dosis 50 mg/kg. Sementara, mulberroside A pada dosis 100 mg/kg berefek cenderung menurunkan level glukosa darah puasa.
Hiperurikemia: Mulberroside A yang memiliki efek nefroprotektif (pengurang atau pencegah kerusakan maupun toksisitas pada ginjal) dan uricosuric (meningkatkan pengeluaran uric acid pada urine) bermanfaat untuk mengatasi hiperurikemia atau kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi kadar standarnya.
Karies gigi: Kulit kayu murbei dapat bermanfaat sebagai antibakteri melawan mikroorganisme yang meracuni makanan. Kandungan antibakterinya diidentifikasi sebagai kuwanon G. Pemeriksaan mikroskopik elektron sel S. mutans yang diberi perlakuan kuwanon G mengindikasikan aksi antibakteri yang terjadi yaitu penghambatan pertumbuhan sel dilihat dan disintegrasi permukaan dan pinggiran sel yang tidak jelas.
Hipolipidemik dan antioksidan: Buah murbei yang dikeringbekukan memiliki efek hipolipidemik dan antioksidan. Serbuk buah murbei yang dikeringbekukan selama empat minggu mampu menunjukkan penurunan serum dan liver trigliserida, total kolesterol, serum kolesterol lipoprotein densitas rendah serta menurunnya indeks aterogenik. Selain itu kolesterol lipoprotein densitas tinggi secara signifikan meningkat. Antioksidan darah dan liver bertambah dan peroksidasi lemak berkurang.
Neuroprotektif: Buah murbel secara in vitro dan in vivo pada percobaan yang dilakukan pada model hewan yang mengalami penyakit parkinson hasil induksi toksin terbukti memiliki efek neuroprotektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pencegahan melawan gejala yang serupa dengan penyakit parkinson (bradykinesia).
Leukemia: Albanol A yang diisolasi dan ekstrak kulit kayu murbei berpotensi untuk perawatan leukemia.” Senyawa tersebut menunjukkan aktivitas sitiotoksisitas tinggi pada sel dan aktivitas penghambatan pada topoisomerase II serta merangsang apoptosis (bunuh diri sel) awal.
Agen antistres: Fraksi larut etil asetat ekstrak metanol akar Murbei menunjukkan aktivitas adaptogenik, mengindikasikan potensinya sebagai agen antistres. Pemberian ekstrak terbukti mampu melemahkan gangguan akibat stres kronik. Stres kronik antara lain menyebabkan penurunan kognitif, depresi mental, hiperglikemia, dan meningkatkan level kortikosteron darah, luka mukosa lambung serta bobot kelenjar adrenal.
Antidiabetes: Ekstrak daun Murbei membantu mengembalikan reaktivitas vaskuler tikus diabetes.” Hasil penelitian National Institute of Agrobiological Science, Jepang membuktikan aktivitas senyawa alkaloid acarbose dalam daun murbel mampu menghambat kinerja alfa glukosidase dan mengintervensi proses hidrolisis karbohidrat Keduanya penyebab penyakit diabetes. Selain itu, acarbose juga menghambat penyerapan glukosa berlebih dari gula yang masuk dalam tubuh diproses secara lambat, Untuk menghilangkan derita penyakit gula disarankan untuk mengonsumsi 200 g daun murbei setiap hari.
Antihiperglikemik, antioksidan, dan antiglikasi: Ekstrak etanol daun murbei memiliki efek antihiperglikemik, antioksidan, dan antiglikasi pada tikus diabetes.
Antikanker: Satu glikosida flavanon baru, 5,2’- dihydroxytlavanone-74-dl-O-beta-D-glucoside (steppogenin-7,4’-di-O-beta-D-glucosiade) berhasil diisolasi dan kulit kayu Morus alba. Nilai IC50 pada 48 jam dan 72 jam yaitu 3,68 dan 1,87 µmol/l. Senyawa menunjukkan aktivitas penghambatan melawan proliferasi sel HO-8910 kanker ovarium manusia,
Penurun kolesterol: Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogar membuktikan buah murbei mampu menurunkan kolesterol, Kolesterol murni diberikan kepada tiga kelompok tikus masing-masing terdiri dari lima ekor. Dosisnya 1% dan ransum tikus. Bobot ransum tikus pada kelompok B dan C sebesar 20 g. Kelompok A tanpa pemberian kolesterol. Untuk mengatasi kolesterol, 10 ml sari buah murbei per kg bobot tubuh diberikan pada kelompok C. Pemberian sari buah murbei dilakukan setiap hari selama 40 hari pengamatan.
Sari buah adalah larutan hasil ekstraksi daging buah Morus alba sehingga mempunyai cita rasa yang sama dengan buah asli. Buah yang dipilih adalah buah yang matang penuh dan sehat. Kondisi matang penuh sangat diperlukan agar sari buah yang dihasilkan mempunyai aroma kuat. Sari buah itulah yang diberikan kepada kelompok C melalui minuman. Sepuluh hari sejak pemberian sari buah pertama, total kolesterol turun dan 131,8 mg/dl menjadi 112,4 mg/dl. Bila dibandingkan kelompok B yang menjalani diet ketat dan tanpa konsumsi buah murbei, kadar total kolesterol melambung menjadi 104,6 mg/dl dan sebelumnya 98,4 mg/dl.
Pada kelompok C yang diberi sari buah murbei, kadar HDL meningkat, menjadi 63,8 mg/dalam pada han ke-40 dan sebelumnya 41,9 mg/dl pada hari ke-30. Kelompok B yang menjalani diet ketat, kadar HDL hanya 50,5 mg/dl, sebelumnya 34,1 mg/dl. Semakin tinggi kadar HDL, risiko terjadinya penyakit jantung kian kecil. Bisa disimpulkan, pemberian sari buah murbei memiliki efek positif terhadap kadar kolesterol. Kemujaraban murbei mengatasi kolesterol karena kandungan senyawa antioksidan, yakni kuersentin, isokuersentin, vitamin C, dan antosianin.
Hasil penelitian di Prancis menemukan bahwa arbutin dapat menjadi pemicu kanker kulit karena memiliki sifat karsinogenik. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi pemakaian pencerah kulit yang mengandung ekstrak murbei karena kadar arbutin pada kosmetik tentu lebih tinggi dibandingkan pada buang segar murbei itu sendiri.
Diolah dari berbagai sumber
Hipoglikemik: Moracin M, steppogenin-4’-O-betaDglucoside dan mulberroside A yang diisolasi dari kulit akar murbei memiliki efek hipoglikemik pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Efek signifikan terlihat pada steppogenin-4’-O-beta-Dglucoside dengan dosis 50 mg/kg. Sementara, mulberroside A pada dosis 100 mg/kg berefek cenderung menurunkan level glukosa darah puasa.
Hiperurikemia: Mulberroside A yang memiliki efek nefroprotektif (pengurang atau pencegah kerusakan maupun toksisitas pada ginjal) dan uricosuric (meningkatkan pengeluaran uric acid pada urine) bermanfaat untuk mengatasi hiperurikemia atau kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi kadar standarnya.
Karies gigi: Kulit kayu murbei dapat bermanfaat sebagai antibakteri melawan mikroorganisme yang meracuni makanan. Kandungan antibakterinya diidentifikasi sebagai kuwanon G. Pemeriksaan mikroskopik elektron sel S. mutans yang diberi perlakuan kuwanon G mengindikasikan aksi antibakteri yang terjadi yaitu penghambatan pertumbuhan sel dilihat dan disintegrasi permukaan dan pinggiran sel yang tidak jelas.
Hipolipidemik dan antioksidan: Buah murbei yang dikeringbekukan memiliki efek hipolipidemik dan antioksidan. Serbuk buah murbei yang dikeringbekukan selama empat minggu mampu menunjukkan penurunan serum dan liver trigliserida, total kolesterol, serum kolesterol lipoprotein densitas rendah serta menurunnya indeks aterogenik. Selain itu kolesterol lipoprotein densitas tinggi secara signifikan meningkat. Antioksidan darah dan liver bertambah dan peroksidasi lemak berkurang.
Neuroprotektif: Buah murbel secara in vitro dan in vivo pada percobaan yang dilakukan pada model hewan yang mengalami penyakit parkinson hasil induksi toksin terbukti memiliki efek neuroprotektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pencegahan melawan gejala yang serupa dengan penyakit parkinson (bradykinesia).
Leukemia: Albanol A yang diisolasi dan ekstrak kulit kayu murbei berpotensi untuk perawatan leukemia.” Senyawa tersebut menunjukkan aktivitas sitiotoksisitas tinggi pada sel dan aktivitas penghambatan pada topoisomerase II serta merangsang apoptosis (bunuh diri sel) awal.
Agen antistres: Fraksi larut etil asetat ekstrak metanol akar Murbei menunjukkan aktivitas adaptogenik, mengindikasikan potensinya sebagai agen antistres. Pemberian ekstrak terbukti mampu melemahkan gangguan akibat stres kronik. Stres kronik antara lain menyebabkan penurunan kognitif, depresi mental, hiperglikemia, dan meningkatkan level kortikosteron darah, luka mukosa lambung serta bobot kelenjar adrenal.
Antidiabetes: Ekstrak daun Murbei membantu mengembalikan reaktivitas vaskuler tikus diabetes.” Hasil penelitian National Institute of Agrobiological Science, Jepang membuktikan aktivitas senyawa alkaloid acarbose dalam daun murbel mampu menghambat kinerja alfa glukosidase dan mengintervensi proses hidrolisis karbohidrat Keduanya penyebab penyakit diabetes. Selain itu, acarbose juga menghambat penyerapan glukosa berlebih dari gula yang masuk dalam tubuh diproses secara lambat, Untuk menghilangkan derita penyakit gula disarankan untuk mengonsumsi 200 g daun murbei setiap hari.
Antihiperglikemik, antioksidan, dan antiglikasi: Ekstrak etanol daun murbei memiliki efek antihiperglikemik, antioksidan, dan antiglikasi pada tikus diabetes.
Antikanker: Satu glikosida flavanon baru, 5,2’- dihydroxytlavanone-74-dl-O-beta-D-glucoside (steppogenin-7,4’-di-O-beta-D-glucosiade) berhasil diisolasi dan kulit kayu Morus alba. Nilai IC50 pada 48 jam dan 72 jam yaitu 3,68 dan 1,87 µmol/l. Senyawa menunjukkan aktivitas penghambatan melawan proliferasi sel HO-8910 kanker ovarium manusia,
Penurun kolesterol: Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogar membuktikan buah murbei mampu menurunkan kolesterol, Kolesterol murni diberikan kepada tiga kelompok tikus masing-masing terdiri dari lima ekor. Dosisnya 1% dan ransum tikus. Bobot ransum tikus pada kelompok B dan C sebesar 20 g. Kelompok A tanpa pemberian kolesterol. Untuk mengatasi kolesterol, 10 ml sari buah murbei per kg bobot tubuh diberikan pada kelompok C. Pemberian sari buah murbei dilakukan setiap hari selama 40 hari pengamatan.
Sari buah adalah larutan hasil ekstraksi daging buah Morus alba sehingga mempunyai cita rasa yang sama dengan buah asli. Buah yang dipilih adalah buah yang matang penuh dan sehat. Kondisi matang penuh sangat diperlukan agar sari buah yang dihasilkan mempunyai aroma kuat. Sari buah itulah yang diberikan kepada kelompok C melalui minuman. Sepuluh hari sejak pemberian sari buah pertama, total kolesterol turun dan 131,8 mg/dl menjadi 112,4 mg/dl. Bila dibandingkan kelompok B yang menjalani diet ketat dan tanpa konsumsi buah murbei, kadar total kolesterol melambung menjadi 104,6 mg/dl dan sebelumnya 98,4 mg/dl.
Pada kelompok C yang diberi sari buah murbei, kadar HDL meningkat, menjadi 63,8 mg/dalam pada han ke-40 dan sebelumnya 41,9 mg/dl pada hari ke-30. Kelompok B yang menjalani diet ketat, kadar HDL hanya 50,5 mg/dl, sebelumnya 34,1 mg/dl. Semakin tinggi kadar HDL, risiko terjadinya penyakit jantung kian kecil. Bisa disimpulkan, pemberian sari buah murbei memiliki efek positif terhadap kadar kolesterol. Kemujaraban murbei mengatasi kolesterol karena kandungan senyawa antioksidan, yakni kuersentin, isokuersentin, vitamin C, dan antosianin.
Bahaya Dan Efek Samping dibalik Manfaat Buah Murbei
Selain manfaat yang diberikan, sebenarnya buah murbei juga memiliki efek samping jika di konsumsi disaat yang tidak tepat. Jangan mengkonsumsi buah murbei jika sedang mengkonsumsi asupan berkarbohidrat, karena buah murbei menghambat penyerapan karbohidrat. Selain itu, buah murbei memang sangat baik untuk kesehatan kulit. Hal tersebutlah yang dijadikan alasan mengapa banyak produk perawatan kulit yang mulai dicampurkan dengan ekstrak murbei, namun terdapat penelitian yang melihat bahaya di dalam buah murbei.Hasil penelitian di Prancis menemukan bahwa arbutin dapat menjadi pemicu kanker kulit karena memiliki sifat karsinogenik. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi pemakaian pencerah kulit yang mengandung ekstrak murbei karena kadar arbutin pada kosmetik tentu lebih tinggi dibandingkan pada buang segar murbei itu sendiri.
Diolah dari berbagai sumber
loading...