Informasi Harga Kuda Jenis Poni Sandelwood Saat Ini
Kuda poni jenis sandelwood Sumba memang lebih kecil dibandingkan dengan kuda-kuda dari daerah lain. Namun ia mempunyai daya tarik istimewa tersendiri, terutama keunggulan bentuk kaki dan kuku, leher dan daya tahannya. Ia sangat cocok sebagai sarana transportasi dan pacuan. Tercatat, kuda sandelwood termasuk dalam salah satu jenis kuda pacu asli Indonesia.Nama Sandalwood, awalnya dikaitkan dengan kayu cendana (sandalwood tree) yang dulunya tumbuh subur di Pulau Sumba dan merupakan komoditas ekspor ke pulau-pulau lain di Nusa Tenggara.
Menurut catatan J. de Roo pada 1890 yang termuat dalam laman Kompas.com (h/t Wikipedia), kuda ini telah menjadi komoditas perdagangan bangsawan Sumba ke daerah lain di Nusantara sejak 1840 melalui Waingapu--ibu kota Kabupaten Sumba Timur.
Berapa Harga Kuda Pony Sandelwood?
Tergolong hewan peliharaan mewah, harga jual kuda sandel cukup tinggi. Kuda umur tujuh sampai delapan bulan dibanderol Rp 7 juta-Rp 15 juta per ekor. Sedangkan, untuk indukan mulai dari Rp 12 juta-Rp 30 juta per ekor. Harga kuda pony sandelwood yang pernah menjadi juara pacuan kuda bisa jauh lebih mahal lagi.Saat ini kuda Sandel menjadi semakin populer dan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi pulau Sumba. Pada bulan Juli 2017, parade 1001 kuda Sandalwood diselenggarakan untuk pertama kalinya. Parade unu digelar sebagai upaya pemerintah untuk mempopulerkan kuda Sandalwood sebagai fauna endemik di pulau Sumba. Untuk kedepannya, parade 1001 kuda Sandalwood ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya, yang digabungkan dengan Festival Tenun Ikat.Secara genetis, jenis asli (plasma nutfah) kuda Sumba adalah "kuda poni". Penampilan morfologisnya, ukuran postur tubuhnya kecil dan tinggi punggungnya di bawah 150 cm. Sehingga sering pula disebut kuda poni mungil-imut. Namun bentuk kaki dan kukunya kuat, lehernya besar, dan daya tahannya tangguh. Warna rambutnya bervariasi yaitu hitam, putih, merah, kuning emas, krem, abu-abu, dan belang. Singkatnya, kuda poni ini meski kecil tapi lincah, indah, tangguh dan menakjubkan.
Secara fisik, kuda Sandel memiliki postur pendek bila dibandingkan kuda-kuda ras Australia atau Amerika. Tinggi punggung kuda antara 130-142 cm, dengan sepasang telinga kecil dan mata ekspresif.
Karena posturnya itu, kuda ini juga digunakan sebagai kuda Tarik, kuda tunggang, dan kuda pacu. Lomba pacuan kuda sandel masih bisa dinikmati di berbagai daerah di Indonesia selain di Sumba saat upacara Pasola, yakni di Jawa dan Madura. Pasola adalah upacara perang tradisional yang dilangsungkan setiap tahun.
Keistimewaan kuda ini terletak pada leher proporsional dan berotot, surai yang tegas, dada dalam dengan bahu miring, punggung cukup panjang, serta kaki dan kuku yang kuat. Selain memiliki daya tahan yang istimewa, secara tampilan saat ini Sandel juga memiliki warna yang bervariasi, yaitu hitam, putih, merah, dragem, hitam maid (brownish black), bopong (krem), abu-abu (dawuk), atau juga belang (plongko).