Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Kandungan nutrisi seperti Vitamin yang terdapat pada jagung manis antara lain folat, vitamin A, vitamin, C, dan vitamin B. Sedangkan mineral yang banyak terdapat pada pop corn antara lain mangan, kalsium, zat besi, kalium, fosfor, magnesium, seng, dan tembaga. Jagung juga mengandung lemak dalam jumlah sedikit, namun jenis lemak ini adalah lemak baik. Sedangkan minyak jagung mengandung sejumlah vitamin E, ubiquinone (coenzyme Q10), dan fitosterol yang dipercaya memberi pengaruh baik pada kadar kolesterol di tubuh Anda. Apapun olahannya, jagung mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang diyakini memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Dibanding asupan biji-bijian lainnya, jagung mengandung lebih banyak antioksidan, seperti asam ferulat, phytic acid, zat antosianin yang memengaruhi warna jagung menjadi merah atau biru dan ungu, serta zat zeaxanthin dan lutein yakni karotenoid yang baik untuk kesehatan mata.

Teknik Dan Cara Mudah Menanam dan Merawat Jagung Yang Tahan Kering
Budidaya jagung umumnya dilakukan pada musim hujan. Sekitar 70% produksi jagung dihasilkan pada musim hujan, antara bulan Nopember sampai bulan April. Pemerintah saat ini telah mengembangkan sejumlah proyek penyediaan air untuk musim kemarau yang dapat digunakan untuk mengairi tanaman seperti pembuatan embung baik secara swadaya maupun melalui skema bantuan pemerintah.
Masyarakat desa kini juga mulai melirik dam parit sebagai alternatif jaringan irigasi yang biayanya lebih terjangkau. Kementan sukses memberi model dam parit di sentra-sentra di Jawa sehingga diikuti daerah lain. Petani umumnya menerapkan sistem budidaya pertanian hemat air speerti menanam jagung hibrida dibandingkan menanam padi yang membutuuhkan air yang lebih banyak.
Kebutuhan air tanaman jagung dalam satu musim berkisar antara 400-500 mm, jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan air tanaman padi yang mencapai 1200 mm. Untuk efisiensi pemberian air, pemberian air difokuskan pada fase kritis pertumbuhan tanaman, seperti fase pembungaan sampai pengisian maka penurunan hasil lebih besar yaitu berkisar 66 – 83%, dibanding bila tanaman jagung mengalai cekaman kekeringan hanya pada vase vegetatif dengan penurunan hasil berkisar 20 – 40% (Aqil, 2007), sedangkan apabila air tanah mencukupi maka pemberian air dapat dilakukan 10-14 hari sekali dengan menggunakan pompa air tanah dangkal dengan metode pemberian air dengan cara digenangi atau dengan menggunakan sistim alur (furrow irrigation).
Adanya perubahan iklim sangat berdampak pada sektor pertanian terutama pada tanaman pangan khususnya jagung, hasil jagung akan menurun karena kenaikan suhu, pola curah hujan yang berubah sehingga tanaman akan mengalami cekaman kekeringan atau genangan. Akibat pola hujan yang berubah tanaman jagung dapat mengalami multi cekaman pada periode hidupnya yaitu cekaman genangan dan kekeringan. Strategi dalam mengantisipasi perubahan iklim dalam budidaya jagung salah satunya adalah merakit varietas jagung yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan genangan di mana produksinya masih menguntungkan walaupun telah mengalami cekaman kekeringan atau genangan. Keragaman plasma nutfah jagung yang telah dimiliki adalah peluang untuk balai penelitian merakit jagung yang multi toleran yaitu toleran terhadap cekaman genangan dan kekeringan.
Tiga faktor utama yang terkait dengan perubahan iklim global, yang berdampak terhadap sektor pertanian adalah: 1) perubahan pola hujan, 2) meningkatnya kejadian iklim ekstrim seperti banjir (La Nina) dan kekeringan (El Nino) dan 3) peningkatan suhu udara dan permukaan air laut. Salah satu sektor yang paling terpengaruh dengan perubahan iklim adalah sektor pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan. Hal ini karena tanaman pangan umumnya merupakan tanaman semusim yang relatif sensitif terhadap cekaman, terutama kelebihan dan kekurangan air. Secara teknis, kerentanan sangat berhubungan dengan sistem penggunaan lahan dan sifat tanah, pola tanam, teknologi pengolahan tanah, air dan tanaman, serta varietas tanaman.
Keunggulan
Pada umumnya petani sudah merasakan manfaat penanaman varietas unggul dalam peningkatan produksi karena berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit utama dan toleran terhadap kondisi lingkungan tertentu. Sayangnya, keunggulan suatu varietas dibatasi oleh lokasi, waktu, pengelolaan dan lingkungan. Varietas unggul yang semula tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, misalnya, beberapa musim tanam kemudian patah ketahanannya karena berubahnya status biotipe hama atau ras patogen. Varietas unggul yang mampu berproduksi tinggi di lokasi tertentu tidak demikian halnya di lokasi yang lain. Varietas tertentu menghendaki pengelolaan yang berbeda dengan varietas lainnya seperti air, pupuk, dan cara tanam.
loading...
Varietas Unggul Jagung yang dilepas menurut Berita Puslitbangtan 56 pada bulan Mei tahun 2014, ada tiga jenis hibrida Bima-17, Bima-18, Bima Provit A1 dan dua jagung pulut bersari bebas URI-1 dan URI-2. Varietas Bima-17 dan Bima-18 berumur 95 hari dengan potensi hasil 13,6 t/ha, tahan penyakit bulai, karat daun, dan bercak daun, tahan rebah serta rendemen biji tinggi. Bima-17 memiliki ukuran tongkol besar dan hasilnya stabil pada lingkungan yang luas, sedangkan Bima-18 beradaptasi baik pada lingkungan suboptimal. Varietas Bima Provit A1 berumur 102 hari dengan potensi hasil 11,6 t/ha, agak tahan penyakit bulai. Jagung pulut unggul varietas URI-1 memiliki potensi hasil 9,4 t/ha dan varietas URI-2 berdaya hasil 9,2 t/ha, sementara jagung pulut lokal hanya mampu berproduksi 1,5-2,0 t/ha. Kedua varietas unggul baru jagung pulut ini memiliki tongkol yang besar, kelobot menutup dengan baik, agak tahan penyakit bulai dan warna biji putih.
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros, Sulawesi Selatan, menemukan galur atau calon varietas benih jagung hibrida yang tahan kekeringan. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi kebangkitan produksi jagung nasional di tengah terus meningkatnya permintaan jagung dunia. Galur baru ini hasil persilangan benih jagung varietas Mr 14 dengan (hasil) persilangan benih SP-006, 007, 008, 009, Swn-5 dan Bisma. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Muneng Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Probolinggo, Jawa Timur, saat bencana kekeringan melanda bulan September-Desember 2006. Galur baru tersebut tengah kembali menjalani uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, produktivitas galur baru jagung hibrida ini mencapai 11,81 ton per hektar jagung kupasan basah dalam kondisi tanam normal. Apabila ditanam di lahan kering atau kurang air, potensi produktivitasnya 7,29 ton per hektar jagung kupasan basah. Penemuan galur baru ini sebagai langkah awal dalam perakitan varietas unggul jagung hibrida nasional yang toleran kekeringan.
Cara Menanam Jagung di Musim Kemarau
Menanam jagung tidaklah sulit, apalagi jika dilakukan di musim kemarau. Di saat jenis tanaman lain seperti padi tumbuh di cuaca yang panas, maka akan memperbesar peluang akan layu dan mati, sedangkan jagung justru akan tumbuh dengan optimal. Untuk itu, sebisa mungkin jangan lakukan di musim hujan karena jagung tidak cocok dengan kondisi tersebut.
1. Menyiapkan Lahan
Lahan harus memenuhi beberapa kriteria berikut, walaupun jagung dapat tumbuh di berbagai macam kondisi tanah.
Lahan yang akan digunakan memiliki kondisi tanah yang baik. Tanah yang kering dan berpasir pun masih bisa ditanami asalkan tidak benar-benar tandus dan sudah tidak ada tanaman yang ditumbuhi lagi. Bagaimanapun, perkembangan akan membutuhkan unsur hara dan resapan air yang cukup. Tanah yang gembur dan subur tetap menjadi pilihan terbaik untuk menanamnya.
Siapkan di posisi yang dapat terpapar matahari secara langsung dalam intensitas yang besar.
Bersihkan area di sekitar lubang.
Gali tanah kurang lebih hingga sedalam 25-30 cm. Apabila ingin membuat beberapa lubang, maka antara lubang yang satu dengan lainnya harus diberi jarak kurang lebih 25 cm juga.
Apabila lahan tanah terlalu asam yakni memiliki pH di bawah 5, sebaiknya lakukan pengapuran dolomit sebanyak 1 ton/ha untuk menetralkan.
Istirahatkan lubang dan juga campuran pupuk dengan tanah tersebut kurang lebih selama 1-2 minggu, untuk menggemburkan dan mematikan hama atas paparan sinar matahari langsung.
Buat drainase sekitar 4 meter jauhnya dari lahan untuk mencegah ada air yang menggenang.
2. Menyiapkan Benih yang Berkualitas
Benih yang dipilih haruslah yang berkualitas karena akan menentukan sifat keturunan nantinya. Perhatikan bahwa jagung memiliki berbagai macam varietas sehingga jangan dicampur ketika menanamnya. Pilih benih dari tongkol yang besar dan sehat serta tertutup biji secara penuh dan lurus. Anda dapat membeli benih yang dijual di toko pertanian terdekat apabila kebingungan saat memilih sendiri. Penanaman jangan dilakukan secara langsung setelah lubang digali karena belum optimum. Kriteria benih adalah:
Benih harus bersih, sehat, tidak cacat, dan aman dari segala macam hama penyakit seperti ulat, tungau, kutu, larva, wereng, dan sebagainya.
Untuk 1 lubang tanam, Anda dapat menaburnya sebanyak 1-2 biji sehingga siapkan jumlah yang Anda butuhkan.
3. Penanaman
Penanaman harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Semaikan benih dengan jumlah yang sesuai.
Dosis pemupukan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pupuk yang digunakan sebaiknya berupa pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara karena pada lahan kering biasanya komposisinya di dalam tanah lebih sedikit. Selain itu, penggunaan pupuk ini juga baik untuk memberikan hasil produksi yang maksimal.
Tutup lubang tanam dengan cara memadatkan serapi mungkin. Hal ini ditujukan agar perakaran dan pertumbuhan ke depannya kuat walaupun tanaman jagung memang tidak besar, tapi tetap dibuat rapi agar mudah dalam pengontrolan.
4. Perawatan
Perawatan terdiri dari beberapa cara. Cara yang harus dilakukan secara rutin adalah penyulaman, dan pemberantasan hama dengan cara penyiangan, pemangkasan, ataupun menggunakan pestisida. Pengairan dan pemupukan juga dilakukan dalam jangka waktu yang sesuai.
Penyiraman dilakukan secukupnya saja, apabila pada musim kemarau benar-benar panas, siram sekali dalam sehari dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Apabila turun hujan, maka tidak masalah apabila rutinitas pengairan dikurangi.
Pemupukan susulan dilakukan setelah 2 bulan dari masa tanam pertama.
Anda harus melakukan penyulaman apabila ada bagian tanaman yang sudah layu atau mati agar tidak merambat pada bagian yang lain.
Pemberantasan hama menjadi tahap yang paling penting agar tanaman tumbuh dengan optimal, dimana terdiri dari penyiangan, pemangkasan, dan menggunakan pestisida. Penyiangan dan pemangkasan hendaknya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Selain mencegah hama, tujuan melakukan penyiangan untuk mencegah tumbuhan atau rerumputan liar tumbuh di sekitar area penanaman yang bisa saja mengganggu pertumbuhan.
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros, Sulawesi Selatan, menemukan galur atau calon varietas benih jagung hibrida yang tahan kekeringan. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi kebangkitan produksi jagung nasional di tengah terus meningkatnya permintaan jagung dunia. Galur baru ini hasil persilangan benih jagung varietas Mr 14 dengan (hasil) persilangan benih SP-006, 007, 008, 009, Swn-5 dan Bisma. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Muneng Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Probolinggo, Jawa Timur, saat bencana kekeringan melanda bulan September-Desember 2006. Galur baru tersebut tengah kembali menjalani uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, produktivitas galur baru jagung hibrida ini mencapai 11,81 ton per hektar jagung kupasan basah dalam kondisi tanam normal. Apabila ditanam di lahan kering atau kurang air, potensi produktivitasnya 7,29 ton per hektar jagung kupasan basah. Penemuan galur baru ini sebagai langkah awal dalam perakitan varietas unggul jagung hibrida nasional yang toleran kekeringan.
Cara Menanam Jagung di Musim Kemarau
Menanam jagung tidaklah sulit, apalagi jika dilakukan di musim kemarau. Di saat jenis tanaman lain seperti padi tumbuh di cuaca yang panas, maka akan memperbesar peluang akan layu dan mati, sedangkan jagung justru akan tumbuh dengan optimal. Untuk itu, sebisa mungkin jangan lakukan di musim hujan karena jagung tidak cocok dengan kondisi tersebut.
1. Menyiapkan Lahan
Lahan harus memenuhi beberapa kriteria berikut, walaupun jagung dapat tumbuh di berbagai macam kondisi tanah.
Lahan yang akan digunakan memiliki kondisi tanah yang baik. Tanah yang kering dan berpasir pun masih bisa ditanami asalkan tidak benar-benar tandus dan sudah tidak ada tanaman yang ditumbuhi lagi. Bagaimanapun, perkembangan akan membutuhkan unsur hara dan resapan air yang cukup. Tanah yang gembur dan subur tetap menjadi pilihan terbaik untuk menanamnya.
Siapkan di posisi yang dapat terpapar matahari secara langsung dalam intensitas yang besar.
Bersihkan area di sekitar lubang.
Gali tanah kurang lebih hingga sedalam 25-30 cm. Apabila ingin membuat beberapa lubang, maka antara lubang yang satu dengan lainnya harus diberi jarak kurang lebih 25 cm juga.
Apabila lahan tanah terlalu asam yakni memiliki pH di bawah 5, sebaiknya lakukan pengapuran dolomit sebanyak 1 ton/ha untuk menetralkan.
Istirahatkan lubang dan juga campuran pupuk dengan tanah tersebut kurang lebih selama 1-2 minggu, untuk menggemburkan dan mematikan hama atas paparan sinar matahari langsung.
Buat drainase sekitar 4 meter jauhnya dari lahan untuk mencegah ada air yang menggenang.
2. Menyiapkan Benih yang Berkualitas
Benih yang dipilih haruslah yang berkualitas karena akan menentukan sifat keturunan nantinya. Perhatikan bahwa jagung memiliki berbagai macam varietas sehingga jangan dicampur ketika menanamnya. Pilih benih dari tongkol yang besar dan sehat serta tertutup biji secara penuh dan lurus. Anda dapat membeli benih yang dijual di toko pertanian terdekat apabila kebingungan saat memilih sendiri. Penanaman jangan dilakukan secara langsung setelah lubang digali karena belum optimum. Kriteria benih adalah:
Benih harus bersih, sehat, tidak cacat, dan aman dari segala macam hama penyakit seperti ulat, tungau, kutu, larva, wereng, dan sebagainya.
Untuk 1 lubang tanam, Anda dapat menaburnya sebanyak 1-2 biji sehingga siapkan jumlah yang Anda butuhkan.
3. Penanaman
Penanaman harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Semaikan benih dengan jumlah yang sesuai.
Dosis pemupukan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pupuk yang digunakan sebaiknya berupa pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara karena pada lahan kering biasanya komposisinya di dalam tanah lebih sedikit. Selain itu, penggunaan pupuk ini juga baik untuk memberikan hasil produksi yang maksimal.
Tutup lubang tanam dengan cara memadatkan serapi mungkin. Hal ini ditujukan agar perakaran dan pertumbuhan ke depannya kuat walaupun tanaman jagung memang tidak besar, tapi tetap dibuat rapi agar mudah dalam pengontrolan.
4. Perawatan
Perawatan terdiri dari beberapa cara. Cara yang harus dilakukan secara rutin adalah penyulaman, dan pemberantasan hama dengan cara penyiangan, pemangkasan, ataupun menggunakan pestisida. Pengairan dan pemupukan juga dilakukan dalam jangka waktu yang sesuai.
Penyiraman dilakukan secukupnya saja, apabila pada musim kemarau benar-benar panas, siram sekali dalam sehari dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Apabila turun hujan, maka tidak masalah apabila rutinitas pengairan dikurangi.
Pemupukan susulan dilakukan setelah 2 bulan dari masa tanam pertama.
Anda harus melakukan penyulaman apabila ada bagian tanaman yang sudah layu atau mati agar tidak merambat pada bagian yang lain.
Pemberantasan hama menjadi tahap yang paling penting agar tanaman tumbuh dengan optimal, dimana terdiri dari penyiangan, pemangkasan, dan menggunakan pestisida. Penyiangan dan pemangkasan hendaknya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Selain mencegah hama, tujuan melakukan penyiangan untuk mencegah tumbuhan atau rerumputan liar tumbuh di sekitar area penanaman yang bisa saja mengganggu pertumbuhan.
Pemangkasan ditujukan untuk memudahkan pemilik untuk melakukan pengontrolan apalagi jika tempatnya terbatas. Kemudian, penggunaan pestisida juga harus disesuaikan dengan porsinya karena bahan kimia dapat mencemari. Sebagai alternatif Anda juga dapat memelihara hewan yang dapat memburu hama.
5. Masa Panen
Masa panen jagung pertama kali tergantung kepada varietas benih sehingga sangat bervariasi. Ada yang sudah panen setelah 2 bulan terhitung dari masa tanam, ada juga yang hingga 5 bulan. Selain varietas, faktor-faktor lingkungan itu sendiri dan tata cara perawatan dari petani juga menjadi penentu cepat atau lambatnya masa tanam.
5. Masa Panen
Masa panen jagung pertama kali tergantung kepada varietas benih sehingga sangat bervariasi. Ada yang sudah panen setelah 2 bulan terhitung dari masa tanam, ada juga yang hingga 5 bulan. Selain varietas, faktor-faktor lingkungan itu sendiri dan tata cara perawatan dari petani juga menjadi penentu cepat atau lambatnya masa tanam.
loading...