Mengenal Hewan Piaraan Unik Jenis Kumbang Tanduk Si Hama Pohon Kelapa Sawit

Posted by Admin

Kumbang Tanduk Jantan

Karakter dan Ciri-ciri Macam-macam Kumbang Tanduk Binatang Eksotis Hama Pohon Kelapa Yang Menjelma Menjadi Binatang Piaraan

Kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan nokturnal (aktif di malam hari). Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang tanduk adalah hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga 850 kali berat badan mereka sendiri.
Kumbang adalah sekelompok serangga yang membentuk ordo Coleoptera. Kata "coleoptera" berasal dari bahasa Yunani Kuno κολεός, koleos, dan πτερόν, pteron, yang jika keduanya disatukan berarti "sayap berselubung", karena sebagian besar kumbang memiliki dua pasang sayap. Pasangan sayap yang berada di depan disebut elytra. Kumbang dapat ditemukan diseluruh wilayah di dunia kecuali di wilayah kutub dan di dalam laut. Bahkan jumlah spesies kumbang di dunia diperkirakan mencapai 350.000 spesies. Di Indonesia terdapat beberapa jenis kumbang yang bisa ditemukan di kebun atau wilayah hutan. Keunikan kumbang juga dapat bertahan hidup di air tawar.
Kumbang Betina
Keunikan kumbang bisa terlihat dari bentuk fisiknya yang memiliki sayap yang keras. Sayap tersebut digunakan untuk terbang dan melindungi bagian tubuh kumbang dari berbagai cuaca dan serangan musuh. Selain itu, beberapa jenis kumbang juga melindungi dirinya dari ancaman musuh dengan membalikkan tubuhnya dan menarik kakinya ke dalam. Cara tersebut bertujuan untuk mengelabuhi musuh supaya terlihat kumbang tersebut telah mati. Dengan banyaknya jenis spesies kumbang, maka terdapat berbagai ukuran kumbang mulai dari yang terkecil berukuran 0,25 mm hingga yang paling besar mencapai panjang hingga 20 cm.

Secara morfologi tubuh kumbang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut. Kumbang tanduk berwarna cokelat gelap sampai hitam mengilap. Panjangnya 35-50 mm dan lebar 20-33 mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala. Pada bagian tengah atau dada kumbang terdapat enam kaki dan dua pasang sayap.

Bagian kepalanya memiliki mata, antena dan mulut. Bagian kepala terdapat satu tanduk atau cula kecil. Kepala kumbang tanduk keras, dilengkapi dengan rahang yang kuat berwarna hitam. Semua kumbang mempunyai sepasang antena bersegmen yang biasanya menonjol didepan matanya.

Kumbang jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dari pada kumbang betina. Kumbang jantan dapat dibedakan lebih akurat dengan ujung ruas abdomen terakhir dimana betina memiliki rambut.

Taksonomi / Klasifikasi Ilmiah dari Kumbang Tanduk
Kumbang Tanduk (Chalcosoma atlas)
  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Order: Coleoptera
  • Family: Scarabaeidae
  • Sub Family: Dynastinae
  • Genus: Chalcosoma
  • Species: Chalcosoma atlas
Panjang tubuh: 3,5 cm – 11,5 cm
Harapan hidup: 8 bulan (jantan), 2 tahun (betina)

Hanya kumbang jantan yang memiliki tanduk. Ukuran tanduk merupakan indikator kesehatan fisik kumbang jantan. Kumbang tanduk jantan menggunakan tanduk mereka dalam pertarungan memperebutkan makanan dan daerah kekuasaan untuk menarik perhatian betina. Lawan yang kalah tidak berusaha dikejar dan tidak ada saling bunuh atau melukai. Tanduk juga dapat digunakan untuk menggali tanah dan mengubur diri di dalam tanah, bersembunyi dari bahaya. Kumbang tanduk memiliki sayap dan dapat digunakan untuk terbang.

Karena penampilannya yang keren, bersih, perawatannya mudah, dan bisa diadu, kumbang tanduk sering dijadikan hewan peliharaan anak-anak, terutama di Jepang. Harga kumbang tanduk/kumbang badak betina lebih murah karena tidak memiliki tanduk.

Kumbang tanduk betina bertelur dan berkembang biak di berbagai tempat antara lain tempat sampah, daun-daun yang telah membusuk, daun-daun yang telah mengering dan cercahan sampah dari kayu palem, pupuk kandang atau kompos, batang kelapa yang telah membusuk, dan serbuk kayu yang dekat dengan pohon kelapa.

Menurut Pusat Penelitian Kelapa Sawit, batang kelapa sawit dan kelapa yang membusuk adalah tempat yang baik untuk hidup larva kumbang tanduk. Seekor kumbang betina mampu bertelur sebanyak 35-70 butir atau lebih.

Larva kumbang tanduk sebesar pisang susu, berwarna putih kelabu, di tutup rambut-rambut coklat. Pupanya terbungkus bahan yang terbentuk dari tanah serta dari daun-daun dan ranting. Siklus hidup kumbang tanduk bervariasi tergantung pada habitat dan kondisi lingkungan. Iklim kering dan kondisi sedikit makanan akan merusak perkembangan larva, yang hanya bertahan selama 14 bulan.

Keistimewaan kumbang ini karena mereka mempunyai mandibula (sepasang bagian mulut yang digunakan baik untuk menggigit atau memotong dan memegang makanan) yang kuat dan cocok untuk melubangi pohon. Biasanya ketika mereka menemukan kelapa yang sesuai, mereka akan mulai merusak tanaman tersebut. Kumbang tanduk merusak kelapa dengan cara menggali ke pusat pucuk tanaman (titik tumbuh) dengan kaki mereka (tarsi) yang memiliki barisan duri yang tajam.
Kumbang Capit (Lucanus cervus)
Kumbang Capit (Lucanus cervus)

Kumbang tanduk berkerabat dengan Kumbang Capit/Kumbang Tanduk Rusa/Stag Beetle yang berasal dari family Lucanidae. Capit besar menakutkan yang dimiliki kumbang rusa jantan tidak dapat mengatup sempurna dan hanya digunakan sebagai alat menarik perhatian lawan jenis atau untuk bergulat dengan jantan lain.

Berikut beberapa Jenis kumbang tanduk yang sebagian sudah menjadi binatang piaraan di negara tertentu:

Kumbang Badak (Oryctes nasicornis)
Kumbang Badak (Oryctes nasicornis)
Spesies: Oryctes nasicornis
Tribe: Oryctini
Nama lain: European Rhinoceros Beetle, Kumbang Badak
Panjang tubuh: 6 cm
Asal: Eropa Utara

Diberi nama kumbang badak karena memiliki tanduk di atas kepala seperti cula pada badak. Kumbang badak akan mengeluarkan suara mendesis jika terancam/tubuhnya diangkat.

Kumbang Badak Jepang (Allomyrina dichotoma)
Kumbang Badak Jepang (Allomyrina dichotoma)
Spesies: Allomyrrhina dichotoma
Tribe: Dynastini
Nama lain: Kabutomushi, Kumbang Badak Jepang
Panjang tubuh: 3,5 cm – 9 cm
Asal: Asia Timur (Jepang, Taiwan, Cina)

Anak-anak di Jepang memelihara kumbang badak jepang di dalam akuarium plastik dan banyak dijual di pet shop.

Kumbang Banteng (Strategus aloeus)
Kumbang Banteng (Strategus aloeus)

Spesies: Strategus aloeus
Nama lain: Ox Beetle, Kumbang Banteng
Panjang tubuh: 4,5 cm – 5,5 cm
Asal: Amerika Tengah (Mexico), Amerika Selatan

Spesies ini memiliki tiga tanduk besar pada thorax mereka, menyerupai tanduk Triceratops. Kumbang banteng termasuk salah satu jenis kumbang tanduk dengan ukuran kecil.

Kumbang Gajah (Megasoma elephas)
Kumbang Gajah (Megasoma elephas)

Spesies: Megasoma elephas
Nama lain: Elephant Beetle, Kumbang Gajah
Panjang tubuh: 7 cm – 12 cm
loading...
Asal: Amerika Tengah, Amerika Selatan, Australia

Kumbang Gajah jantan berukuran lebih besar dibanding betina, terkadang berukuran hingga 2 kali ukuran kumbang betina.

Kumbang Hercules (Dynastes hercules)
Kumbang Hercules (Dynastes hercules)

Spesies: Dynastes hercules
Nama lain: Hercules Beetle, Kumbang Hercules
Panjang tubuh: 6,5 cm – 17 cm
Asal: Amerika Tengah, Amerika Selatan

Kumbang Hercules merupakan salah satu spesies terfavorit untuk dipelihara oleh anak-anak. Tanduk besar yang dimiliki Kumbang Hercules jantan berukuran lebih panjang dari tubuhnya sendiri.

Kumbang Kelapa (Xylotrupes gideon)
Kumbang Kelapa (Xylotrupes gideon)

Spesies: Xylotrupes gideon
Tribe: Dynastini
Panjang tubuh: 4,5 cm – 7 cm
Asal: Asia Pasifik

Memiliki banyak subspecies sesuai daerah penyebarannya. Xylotrupes gideon borneensis dari Kalimantan, Xylotrupes gideon siamensis dari Thailand, Xylotrupes pubescens dari Filipina, Xylotrupes gideon gideon dari Malaysia, dan Xylotrupes ulysses dari Australia.

Kumbang Tanduk (Enema pan)
Kumbang Tanduk (Enema pan)

Spesies: Enema Pan
Asal: Amerika Tengah, Amerika Selatan

Nama kumbang ini diberikan oleh ahli ilmu serangga (entomologist) Johan Christian Fabricius, salah satu murid Carl Linnaeus, penemu taksonomi modern.

Kumbang Tanduk (Megasoma actaeon)
Kumbang Tanduk (Megasoma actaeon)

Spesies: Megasoma actaeon
Panjang tubuh: 4 cm – 12 cm
Asal: Amerika Selatan (Guyana)
Merupakan salah satu spesies kumbang tanduk dengan ukuran terbesar. Larva kumbang Megasoma actaeon membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi imago (dewasa), terkadang hingga 3 tahun lamanya.

Kumbang Triceratops (Phileurus truncatus)
Kumbang Triceratops (Phileurus truncatus)

Spesies: Phileurus truncatus
Tribe: Phileurini
Nama lain: Triceratops Beetle, Kumbang Triceratops
Panjang tubuh: 3,5 cm – 5 cm
Asal: Amerika Utara

Kumbang Triceratops dewasa dapat hidup lebih dari satu tahun. Tidak seperti kumbang tanduk lainnya, kumbang triceratops merupakan karnivora yang memakan cacing, jangkrik dan serangga lain. Terkadang saat lapar, mereka dapat memakan larva mereka sendiri. Kumbang triceratops jantan maupun betina terlihat sama. Larva mereka memiliki kemampuan tumbuh yang cepat, dan bergetar ketika dipegang.

HABITAT KUMBANG TANDUK

Kumbang tanduk hidup di hutan hujan dimana terdapat banyak batang pohon mati yang dapat dijadikan sarang sekaligus sumber makanan larva mereka. Kumbang tanduk dapat ditemukan hampir di semua benua mulai dari Asia, Australia, Amerika, hingga Eropa.

Di alam terbuka, kelelawar, tikus, burung, dan rakun adalah musuh alami kumbang tanduk.

METAMORFOSIS SEMPURNA JENIS KUMBANG TANDUK

Kumbang tanduk menjalani proses metamorfosis sempurna dengan 4 tahap: telur, larva, kepompong, dan imago. Lama proses metamorfosis pada kumbang badak atau kumbang tanduk bervariasi tergantung spesies dan lingkungan. Di Indonesia yang beriklim tropik, proses metamorfosis kumbang badak berlangsung cenderung lebih cepat dibanding spesies kumbang badak dari negara dengan 4 musim.

Telur
Induk betina biasanya meletakkan sekitar 50 butir telur berwarna putih dengan ukuran diameter 3 mm pada tempat yang aman seperti batang pohon mati atau di dalam tanah. Setelah 2 minggu telur-telur akan menetas menjadi larva yang bentuknya mirip ulat berwarna pucat, dengan 3 pasang kaki di bagian depan tubuhnya.
Larva Kumbang Tanduk
Larva
Larva kumbang tanduk di beberapa daerah biasa disebut uret. Uret yang baru menetas berwarna putih dan akan terus tumbuh membesar dan berganti kulit dua kali sebelum menjadi pupa/kepompong. Uret besar yang siap menjadi kepompong berwarna putih kekuningan, dengan warna bagian ekor agak gelap dan warna kepala merah kecoklatan. Uret berukuran panjang 7-10 cm dan terdapat bulu-bulu pendek di sekujur permukaan tubuh. Stadium larva berlangsung selama 4-5 bulan.

Larva kumbang tanduk merupakan sumber protein tinggi (40%). Kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam (20%), daging sapi (18%) atau telur ayam (13%).

Pupa Kumbang Tanduk
Kepompong

Ukuran kepompong lebih kecil dari larvanya (5-8 cm). Terjadi 2 fase pada tahap ini, fase pertama berlangsung selama 1 bulan, merupakan perubahan larva menjadi pupa, dan fase kedua berlangsung selama 3 minggu, merupakan perubahan pupa menjadi dewasa.

Kepompong dari kumbang tanduk berwarna kemerahan dan memiliki bentuk menyerupai kumbang dewasa sehingga dari wujud kepompongnya dapat diketahui jenis kelamin kumbang yang akan keluar, jika terlihat ada bentuk tanduk maka pupa akan berubah menjadi kumbang tanduk jantan dan sebaliknya.

Kumbang Tanduk (Chalcosoma atlas)
Dewasa
Daun Kelapa Terserang Kumbang
Kelapa yang terserang kumbang tanduk daunnya membentuk pola huruf “V”

Pakan Kumbang Tanduk
Pada umumnya, kumbang tanduk makan apa saja yang mengandung cairan manis yang bisa dihisap. Kumbang tanduk dewasa suka memakan pucuk (umbut) kelapa, tebu, getah pohon dan buah-buahan manis (apel, mangga, pisang) sementara larva makan kayu lapuk.
Keunikan lain dari hewan bernama kumbang ini juga terdapat pada warna tubuhnya yang beragam. Tidak hanya berwarna hitam atau cokelat ternyata kumbang memiliki banyak warna tergantung dari jenis spesiesnya. Warna-warna pada kumbang tersebut akan terlihat cantik dan indah sehingga membuat penasaran banyak orang untuk memilikinya sebagai hiasan. Kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang yang unik bahkan sering diperjuabelikan sebagai hewan peliharaan. Bentuknya yang unik memiliki tanduk membuat banyak orang tertarik dan ingin menjadikannya sebagai peliharaan.
Kumbang tanduk merupakan hama yang menyerang tanaman kelapa, kelapa sawit dan tanaman palem lainnya. Kumbang tanduk menggerek pucuk pohon kelapa sawit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan dapat mematikan tanaman. Kumbang tanduk yang sudah lama dikenal sebagai hama kelapa sawit ini biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai tanaman remaja. Pada area replanting (peremajaan) kelapa sawit, serangan kumbang dapat mengakibatkan tertundanya masa berproduksi sampai satu tahun dan tanaman yang mati dapat mencapai lebih dari 25%.

Diolah dari berbagai sumber 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

1001 Cara dan Tips Updated at: 06:04
loading...