![]() |
Daun Kopi juga bisa dibikin minuman Teh Daun Kopi |
Mengenal Teh Daun Kopi Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Selama ini orang hanya mengenal tanaman kopi adalah penghasil bji kopi yang umum dibuat minuman kopi dengan berbagai macam cita rasa tergantung dari jenis tanaman kopi dan pembuatan atau pengolahan biji kopinya. Siapa yang tidak kenal dengan kopi luwak atau kopi Toraja atau kopi Lampung dan jenis-jenis kopi seperti torabika dan arabika?
Sejarahnya pun unik, konon jaman dahulu ketika Jepang masih menjajah dan berkuasa di Ranah Minang, mereka mengambil hasil buah kopi segar dari tanah warga pribumi dan mengekspornya keluar negeri. Akibatnya para warga pribumi tidak dapat menikmati air seduhan dari buah kopi tersebut, dan pada masa itu meminum kopi memiliki keistimewaan tersendiri yang menggambarkan tingginya derajat orang tersebut. Karena itu para warga akhirnya mengganti ketiadaan buah kopi dengan olahan daun kopi, yang ternyata memiliki rasa yang tak kalah nikmat dibandingkan dengan olahan buahnya. Sejak saat itu, kebiasaan warga dalam meminum Air Kawa menjadi lestari hingga sekarang.
Tanaman kopi digolongkan ke dalam genus Coffea keluarga Rubiaceae. Genus Coffea memiliki lebih dari 100 anggota spesies. Sebagian besar biji kopi yang diperdagangkan secara global dihasilkan dari tanaman Coffea arabica dan Coffea canephora dengan nama popular kopi arabika dan kopi robusta. Kopi hanya dapat menghasilkan dengan baik apabila ditanam pada tanah yang sesuai, yaitu tanah dengan kedalaman efektif yang cukup dalam (> 100 cm), gembur, berdrainase baik, serta cukup tersedia air, unsur hara terutama kalium (K), harus cukup tersedia bahan organik. Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Tetapi akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan (okulasi) yang batang bawahnya merupakan semaian. Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek, cangkokan atau bibit okulasi yang batang bawahnya merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang sehingga relatif mudah rebah.Ternyata selain diolah bijinya menjadi minuman kopi yang nikmat, tanaman kopi masih bisa diolah daunnya menjadi teh alternatif yang bermanfaat bagi kesehatan selain memiliki cita rasa yang khas. Seduhan air daun kopi yang biasa disebut Aia (Air) Kawa adalah salah satu jenis minuman yang sangat terkenal di Ranah Minang. Warga sekitar biasanya menikmati minuman santai ini di dalam wadah batok kelapa dengan kue Bika sebagai pelengkap kenikmatannya. Kue Bika sendiri adalah kue basah berwarna putih yang terbuat dari beras, kelapa dan gula. Aia Kawa sangat terkenal dan disantap hampir setiap hari dalam mengisi keseharian warga Minang.
Sejarahnya pun unik, konon jaman dahulu ketika Jepang masih menjajah dan berkuasa di Ranah Minang, mereka mengambil hasil buah kopi segar dari tanah warga pribumi dan mengekspornya keluar negeri. Akibatnya para warga pribumi tidak dapat menikmati air seduhan dari buah kopi tersebut, dan pada masa itu meminum kopi memiliki keistimewaan tersendiri yang menggambarkan tingginya derajat orang tersebut. Karena itu para warga akhirnya mengganti ketiadaan buah kopi dengan olahan daun kopi, yang ternyata memiliki rasa yang tak kalah nikmat dibandingkan dengan olahan buahnya. Sejak saat itu, kebiasaan warga dalam meminum Air Kawa menjadi lestari hingga sekarang.
Cara Membuat Teh Daun Kopi
Cara pembuatan Air Kawa pun
tergolong mudah, sederhana, dan masih berciri tradisional.
- Keringkan daun-daun kopi lokal yang tak diketahui variannya dengan cara disangrai diatas perapian selama kurang lebih 12 jam. Tahap pengeringan ini memang termasuk tahap yang paling memakan waktu.
- Daun kopi yang telah mengering dicampur dengan air dingin dan diseduh sampai mendidih.
- Air Kawa yang telah matang tidak diminum didalam gelas, melainkan dituang ke dalam wadah tempurung kelapa.
loading...
Macam-macam Manfaat daun kopi untuk Kesehatan dan Stamina
Mengobati penyakit kurap.
Yaitu dengan mencampur dan menumbuk beberapa lembar daun kopi dengan
semut hitam, kemudian setelah lumat digosokkan ke bagian tubuh yang
terkena kurap. Ulangi terus setiap hari sampai sekitar seminggu.
Menurunkan tekanan darah tinggi
bagi penderita Hipertensi. Caranya dengan mencuci dan merebus sekitar
20 helai daun kopi yang masih muda hingga mendidih, aduk perlahan hingga
air rebusannya berubah warna menjadi kemerahan. Campurkan dengan gula
pasir atau gula batu dan minum selagi masih hangat. Bisa juga dengan
cara memakan langsung 10 helai daun kopi.
Menghangatkan badan dan melancarkan saluran pernafasan. Cara ini sering dilakukan dengan cara mencampur air seduhan daun kopi dengan jahe.
Menambah stamina dan vitalitas. Yaitu dengan cara mencampur Air Kawa dengan telur dan madu.
A. Kopi Arabika
Awalnya, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah arabika, lalu liberika dan terakhir kopi jenis robusta. Kopi jenis arabika sangat baik ditanam di daerah yang berketinggian 1.000-2.100 meter di atas permukaan laut (dpl). Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Karena itu, perkebunan kopi arabika hanya terdapat di beberapa daerah tertentu (di daerah yang memiliki ketinggian di atas 1.000 meter). Berbagai klon unggulan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), di antaranya AB 3, S 795, USDA 762, Kartika 1, Kartika 2, Andungsari 1 dan BP 416. Sebagai gambaran awal, hasil produksi arabika klon Kartika sekitar 800-2.500 kg/ha/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut karakteristik biji kopi arabika secara umum:
1. Rendemannya lebih kecil dari jenis kopi lainnya (18-20%).
2. Bentuknya agak memanjang.
3. Bidang cembungnya tidak terlalu tinggi.
4. Lebih bercahaya dibandingkan dengan jenis lainnya.
5. Ujung biji lebih mengkilap, tetapi jika dikeringkan berlebihan akan terlihat retak atau pecah.
6. Celah tengah (center cut) di bagian datar (perut) tidak lurus memanjang ke bawah, tetapi
berlekuk.
7. Untuk biji yang sudah dipanggang (roasting), celah tengah terlihat putih.
8. Untuk biji yang sudah diolah, kulit ari kadang-kadang masih menempel di celah atau parit biji
kopi.
B. Kopi Robusta
Tanaman kopi jenis robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan kopi jenis arabika. Areal perkebunan kopi jenis robusta di Indonesia relatif luas. Pasalnya, kopi jenis robusta dapat tumbuh di ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi perkebunan arabika. Kopi jenis robusta yang asli sudah hampir hilang. Saat ini, beberapa jenis robusta sudah bercampur menjadi klon atau hibrida, seperti klon BP 39, BP 42, SA 13, SA 34, dan SA 56. Produksi kopi jenis robusta secara umum dapat mencapai 800-2.000 kg/hektar/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut ini karakteristik fisik biji kopi robusta:
1. Rendeman kopi robusta relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rendeman kopi arabika (20-
22%).
2. Biji kopi agak bulat.
3. Lengkungan biji lebih tebal dibandingkan dengan jenis arabika.
4. Garis tengah (parit) dari atas ke bawah hampir rata.
5. Untuk biji yang sudah diolah, tidak terdapat kulit ari di lekukan atau bagian parit.
C. Kopi Liberika
Dahulu, kopi liberika pernah dibudidayakan di Indonesia, tetapi sekarang sudah ditinggalkan oelh perkebunan atau petani. Pasalnya, bobot biji kopi keringnya hanya sekitar 10% dari bobot kopi basah. Selain perbandingan bobot basah dan bobot kering, rendeman biji kopi liberika yang rendah merupakan salah satu faktor tidak berkembangnya jenis kopi liberika di Indonesia. Rendeman kopi liberika hanya sekitar 10-12%. Karakteristik biji kopi liberika hampir sama dengan jenis arabika. Pasalnya, liberika merupakan pengembangan dari jenis arabika. Kelebihannya, jenis liberika lebih tahan terhadap serangan hama Hemelia vastatrixi dibandingkan dengan kopi jenis arabika.
Diolah dari berbagai sumber
Mengenal Jenis-jenis Kopi
Jenis kopi yang banyak dibudidayakan yakni kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea canephora). Sementara itu, ada juga jenis Coffea liberica dan Coffea congensis yang merupakan perkembangan dari jenis robusta.A. Kopi Arabika
Awalnya, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah arabika, lalu liberika dan terakhir kopi jenis robusta. Kopi jenis arabika sangat baik ditanam di daerah yang berketinggian 1.000-2.100 meter di atas permukaan laut (dpl). Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Karena itu, perkebunan kopi arabika hanya terdapat di beberapa daerah tertentu (di daerah yang memiliki ketinggian di atas 1.000 meter). Berbagai klon unggulan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), di antaranya AB 3, S 795, USDA 762, Kartika 1, Kartika 2, Andungsari 1 dan BP 416. Sebagai gambaran awal, hasil produksi arabika klon Kartika sekitar 800-2.500 kg/ha/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut karakteristik biji kopi arabika secara umum:
1. Rendemannya lebih kecil dari jenis kopi lainnya (18-20%).
2. Bentuknya agak memanjang.
3. Bidang cembungnya tidak terlalu tinggi.
4. Lebih bercahaya dibandingkan dengan jenis lainnya.
5. Ujung biji lebih mengkilap, tetapi jika dikeringkan berlebihan akan terlihat retak atau pecah.
6. Celah tengah (center cut) di bagian datar (perut) tidak lurus memanjang ke bawah, tetapi
berlekuk.
7. Untuk biji yang sudah dipanggang (roasting), celah tengah terlihat putih.
8. Untuk biji yang sudah diolah, kulit ari kadang-kadang masih menempel di celah atau parit biji
kopi.
B. Kopi Robusta
Tanaman kopi jenis robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan kopi jenis arabika. Areal perkebunan kopi jenis robusta di Indonesia relatif luas. Pasalnya, kopi jenis robusta dapat tumbuh di ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi perkebunan arabika. Kopi jenis robusta yang asli sudah hampir hilang. Saat ini, beberapa jenis robusta sudah bercampur menjadi klon atau hibrida, seperti klon BP 39, BP 42, SA 13, SA 34, dan SA 56. Produksi kopi jenis robusta secara umum dapat mencapai 800-2.000 kg/hektar/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut ini karakteristik fisik biji kopi robusta:
1. Rendeman kopi robusta relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rendeman kopi arabika (20-
22%).
2. Biji kopi agak bulat.
3. Lengkungan biji lebih tebal dibandingkan dengan jenis arabika.
4. Garis tengah (parit) dari atas ke bawah hampir rata.
5. Untuk biji yang sudah diolah, tidak terdapat kulit ari di lekukan atau bagian parit.
C. Kopi Liberika
Dahulu, kopi liberika pernah dibudidayakan di Indonesia, tetapi sekarang sudah ditinggalkan oelh perkebunan atau petani. Pasalnya, bobot biji kopi keringnya hanya sekitar 10% dari bobot kopi basah. Selain perbandingan bobot basah dan bobot kering, rendeman biji kopi liberika yang rendah merupakan salah satu faktor tidak berkembangnya jenis kopi liberika di Indonesia. Rendeman kopi liberika hanya sekitar 10-12%. Karakteristik biji kopi liberika hampir sama dengan jenis arabika. Pasalnya, liberika merupakan pengembangan dari jenis arabika. Kelebihannya, jenis liberika lebih tahan terhadap serangan hama Hemelia vastatrixi dibandingkan dengan kopi jenis arabika.
Diolah dari berbagai sumber
loading...